ADHIAN HUSAINI: KEMERDEKAAN PALESTINA SEMAKIN DEKAT

2012-11-26, 11:48:27

   Jakarta,  12 Muharram 1434/ 25 November 2012 (MINA)- Peneliti Institute for the Study of Islamic Thought & Civilizations (INSISTS) Adhian Husaini mengatakan, pascaserangan Israel terhadap Gaza yang berakhir dengan genjatan senjata, menandakan kemerdekaan Palestina semakin dekat dan Israel di ambang kehancuran.  
   Adhian mengemukakan pada “Dialog Zionisme Israel dan Jaringannya di Indonesia” di Jakarta Ahad malam (25/11).
  

Menurut Adhian, penulis buku Virus Liberalisme di Perguruan Tinggi Islam, pada era globalisasi informasi saat ini dunia semakin mengetahui, Israel sebagai bangsa yang rasis dan penjajah era modern.
   “PBB pun sudah berulang kali mengeluarkan resolusi mengutuk Israel dan memerintahkan untuk menghentikan penindasan terhadap Palestina. Namun tetap saja keputusan itu selalu kandas oleh veto Amerika”, ujarnya.
   Lebih lanjut Adhian mengemukakan, PBB, Amerika dan Barat sebenarnya tidak bisa lagi mengingkari kenyataan tuntutan kemerdekaan Palestina. Walaupun mereka dihadapkan pada pilihan sulit yaitu konsep Palestina seperti apa yang akan diwujudkan.
   Ia menilai Israel tidak akan bisa menerima Palestina merdeka sepenuhnya sebagai sebuah negara karena sifat pengecut mereka.
   “Menghadapi Gaza yang sudah mereka blokade bertahun-tahun saja mereka sangat kewalahan. Apalagi jika Palestina berdiri sebagai negara penuh yang memiliki angkatan senjata, Israel semakin ketakutan”, papar Adhian.  
   Kepada reporter Mi’raj News Agency (MINA) seusai diskusi, penulis buku “Wajah Peradaban Barat dari Hegemoni Kristen ke Dominasi Sekular-Liberal” itu mengungkapkan, zionis saat ini telah menguasai seluruh dunia dan dalam berbagai aspek.  Tidak hanya di negeri Palestina, tetapi juga di seluruh dunia saat itu dikuasai simbol-simbol Zionis Yahudi, termasuk di Indonesia.
   Hal itu terlihat dari adanya simbol Zionis Yahudi dan freemasonry di berbagai tempat di Indonesia, seperti jaringan supermarket, media elektronik, pakaian, musik, dan asesoris yang melambangkan simbol zionis dan freemasonry”, kata Dosen Pasca Sarjana Universitas Ibnu Khaldun Bogor itu.
   Zionisme banyak menyebar melalui perang pemikiran (ghozwul fiqr), penguasaan media masa, lirik lagu, kostum serta simbol-simbol dunia hiburan. Untuk itu, umat Islam Indonesia harus lebih mengetahui, berhati-hati dan mewaspadainya, antara lain melalui kajian-kajian. (R-016/R-018/R-005).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply