Bentrokan Antara Pro dan Anti Mursi Terjadi Di Mahalla, Mesir

    Kairo, 14 Muharram 1434/28 November 2012 (EgyptInd/MINA) – Bentrokan meletus Selasa malam (27/11) antara anggota kelompok oposisi dengan anggota Partai Keadilan dan Kebebasan (FJP) dan Ikhwanul Muslimin (IM) di Mahalla.

    Menurut kantor berita “Egypt Independent“, saksi mata mengatakan, bentrokan terjadi di kota yang terletak di Kantor Gubernur Gharbiya, Delta Nil itu. Bentrokan itu dimulai saat para pengunjuk rasa yang menentang deklarasi konstitusional baru Presiden Mohamed Mursi melemparkan batu dan bom molotov ke kantor FJP dan IM di kota itu.

     Saat bentrokan meningkat, kedua belah pihak menggunakan tongkat dan senjata tajam mengakibatkan puluhan korban luka-luka.

    Warga sipil di beberapa kantor kegubernuran Mesir pada Selasa kemarin turun ke jalan untuk memprotes deklarasi Mursi yang memberikan dirinya kekuasaan yang lebih luas dan kekebalan bagi Majelis Konstituante dan Dewan Syura dari pembubaran.

   Ikhwanul Muslimin telah menyerukan demonstrasi simultan di Kairo dan kantor kegubernuran lainnya untuk mendukung Mursi sebagai tandingan atas aksi protes kaum oposisi, namun aksi demonstrasi di Kairo itu ditunda hingga anggotanya akan menggelar aksi demonstrasi di bagian wilayah Mesir yang berbeda.

    Sementara itu, di daerah Sharqiya, ratusan anggota partai politik yang berbeda menggelar aksi protes di luar kantor pusat kegubernuran di Zagazig City untuk memprotes deklarasi konstitusi. Mereka mengangkat spanduk menuntut agar dekarasi itu dibatalkan.

   Sejumlah warga Sharqiya bergerak menuju ke Tahrir Square untuk berpartisipasi dalam protes besar-besaran di sana.

   Anggota Ikhwanul Muslimin membentuk rantai manusia untuk mengamankan semua kelompok dan markas FJP dalam menghadapi serangan aksi protes oposisi di kantor kegubernuran lainnya.

     Seorang aktivis Mohamed Abbas mengatakan keadaan tenang berlaku di Qalyubiya. Partai Konstitusi, Partai Karama, Partai Tagammu, Partai Sosial Demokrat, Partai Mesir Bebas dan Gerakan Pemuda  6 April melakukan perjalanan bersama dari kantor kegubernuran untuk mengambil bagian dalam aksi protes di  Tahrir Square.

    Seorang anggota FJP di Qalyubiya, Ahmed Mahmoud, mengatakan, partai FJP dan IM memerintahkan kepada para anggotanya untuk melaksanakan pekerjaan mereka seperti biasanya di dalam markas mereka dan menghindari bentrokan dengan pengunjuk rasa, menekankan bahwa protes adalah hak semua orang selama mereka tidak merugikan orang lain.

    Ribuan orang berkumpul di daerah Manshiya, kota Alexandria mengutuk Keputusan Mursi dan berencana untuk bergabung dengan pawai yang akan berkumpul di daerah Smouha. Sementara itu, ribuan pendukung Mursi berkumpul di Masjid Ibrahim, Al-Qaed.

    Ratusan pemuda dari kelompok oposisi yang berbeda dan gerakan pawai jalanan dari Kota Kafr al-Sheikh menolak deklarasi konstitusi baru. Kantor berita MENA mengatakan, para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan anti-IM.

     Di Mansoura, ibukota Governorate Daqahlia, mahasiswa melakukan demonstrasi di dalam kampus menentang keputusan tersebut. Mereka menuntut pembatalan atas deklarasi konstitusi baru dan pembubaran Majelis Konstituante.

     Di Suez, ratusan kelompok oposisi dan anggota partai politik menggelar aksi protes di Arbaaen Square menentang keputusan Mursi itu.

    Partai-partai politik di Aswan telah mengumumkan, mereka akan melakukan aksi protes, termasuk Partai Sosial Demokrat, Partai Konstitusi, Partai Aliansi Sosialis Populer, dan Gerakan Revolusi Sosialis.

    Di daerah Damietta, puluhan demonstran berbaris di jalanan kota sebelum menggelar aksi protes yang direncanakan dilaksankan di Saa Square menuntut Mursi membatalkan deklarasi konstitusi baru.

    Sebagian kecil aksi protes terjadi di Beni Suef, mahasiswa yang mengambil bagian. Partai Wafd menggelar aksi protes di Fayoum dan perwakilan dari beberapa partai lain juga ikut bergabung. (T/R-022/R-006)

 

Leave a Reply