GAZA BUTUH DOKTER SPESIALIS

 

     Jakarta, 11 Muharram 1434/25 November 2012 (MINA) – Kementrian Kesehatan Palestina di Gaza mengumumkan bahwa Gaza saat ini membutuhkan dokter berpengalaman dan spesialis untuk merawat beberapa korban perang yang dilancarkan tentara Zionist Israel.

     “Gencatan senjata sudah diumumkan dan serangan di Gaza telah dihentikan sejak 21 November 2012. Hasil pemantauan dari dampak serangan yang dilancarkan oleh tentara Zionist Israel selama delapan hari terakhir menunjukkan bahwa adanya pelanggaran hukum internasional yang menyebabkan kerugian  sipil di Jalur Gazar,” pihak kementeri keseheatan Gaza mengatakan dalam sebuah press release kepada Mi’raj News Agency (MINA) pada hari Sabtu.

    Beberapa sumber mengatakan bahwa serangan sejak 14 sampai 21 November itu menelan korban sedikitnya 163 warga Palestina dan mengakibatkan hancurnya bangunan bangunan termasuk 35 serangan langsung ke rumah penduduk, dan 179 rumah lainnya mengalami kerusakan parah.

    Militer israel juga merusak beberapa fasilitas umum antara lain 10 pusat kesehatan, 35 sekolah, dua universitas, 15 gedung NGO, 30 masjid, 14 kantor media, 92 fasilitas komersil dan industri, pusat distribusi makanan UNRWA, 8 gedung kementrian, 14 kantor polisi, lima bank, 34 kendaraan, tiga taman kanak kanak, tiga pemakaman, dan dua jembatan.

   Kebutuhan yang paling mendesak menurut kementrian kesehatan Gaza antara lain rumah sederhana untuk berlindung, diperuntukkan bagi rumah yang hancur (US $ 3000 per keluarga), bagi rumah yang setengah rusaknya diberikan (US $ 500 per keluarga), dibutuhkan pula sedikitnya 50 jenis obat-obatan.

    Menteri kesehatan juga mengharapkan didatangkan dokter yang berpengalaman dan dokter spesialis untuk melakukan operasi bagi para korban luka luka di Gaza (R-009/R-006)   

Rate this article!

Leave a Reply