Haniya: Palestina Tengah Hadapi Fase Baru Perlawanan Terhadap Israel

     Gaza, 15 Muharram 1434/29 November 2012 (MINA) Perdana Menteri Palestina Ismail Haniya mengatakan, Palestina tengah menghadapi fase baru dalam perjuangan melawan Israel yang telah dimulai sejak pertempuran delapan hari, demikian menurut keterangan Qassam, yang merupakan unit penerangan dari Brigade Al Qassam, Hamas.

     “Langkah ini menjadi titik balik dari tahap persiapan dan pengembangan dalam tingkatan membela dan membebaskan negeri Palestina dan Al-Quds (Yerusalem),” kata Haniya Selasa dalam sebuah upacara penghormatan bagi keluarga para syuhada yang terbunuh selama pertempuran “Hijarah As Sijjil” (Batu Neraka) di Gaza.

    Korespoden Mi’raj News Agency (MINA) di Gaza, Muhammad Husain, Kamis  melaporakan  bahwa Haniya mengatakan, pertempuran ini merupakan permulaan bagi rakyat  Palestina untuk mengalahkan penjajah dan membebaskan seluruh tanah Palestina, termasuk Gaza, Tepi Barat dan Al-Quds.

    Dia menekankan, rakyat Palestina telah melakukan perlawanan karena perlawanan merupakan satu-satunya pilihan strategis untuk membebaskan tanah Palestina. Dia menambahkan, kehendak dan kemampuan rakyat untuk menantang telah jauh lebih besar daripada semua harapan penjajah itu.

    Haniya juga menyerukan semua faksi Palestina untuk saling percaya satu sama lain, mengesampingkan perbedaan dan mendukung setiap perlawanan.

    Dia juga menekankan perlunya untuk mengembangkan strategi yang terpadu untuk menggelar perlawanan, dan berpegang pada strategi itu agar mampu mencapai banyak kemenangan bagi rakyat Palestina.

    Pemimpin Hamas itu menunjukkan, gerakannya telah menerima anggota Dewan Revolusi gerakan Fatah dari Tepi Barat,  “Tepi Barat akan membentuk pusat pertempuran yang menentukan melawan penjajah mengingat sejarah, geografi dan kedekatan dengan kota yang dijajah oleh musuh. “

    Perdana Menteri juga menegaskan, pengunduran diri “penguasa tiran” Ehud Barak, Menteri pertahanan Israel, merupakan salah satu kemenangan yang dicapai oleh perlawanan selama pertempuran “Hijarah As Sijjil”.

    Ia juga memuji peran negara-negara Arab, khususnya Mesir dan Presidennya Muhamad Mursi, dalam mendukung Jalur Gaza untuk menghadapi agresi militer Israel. (T/K-04/R22/R-006)

Leave a Reply