IKHWANUL MUSLIMIN TANGGUHKAN DEMO BESAR-BESARAN DUKUNG MURSI

 

     Kairo, 13 Muharram 1434/ 27 November 2012 (MINA) – Ikhwanul Muslimin Mesir yang merupakan kelompok pendukung terbesar Presiden Muhammad Mursi telah menangguhkan demonstrasi besar-besaran untuk mendukung Presiden Mesir itu yang rencananya akan diselenggarakan di Kairo, hari ini (Selasa) guna mencegah bentrokan.

     Penangguhan demonstrasi pendukung Mursi tersebut diumumkan secara resmi oleh partai yang memerintah yakni Partai Kemerdekaan dan Keadilan (FJP –Freedom and Justice Party), Senin melalui stasiun TV Misr 25 (Misr TV Channel) dan sebagai penggantinya akan diadakan demonstrasi mendukung Morsi yang bertempat di Universitas Kairo, demikian menurut laporan Dany Noveri, Koresponden Mi’raj News Agency (MINA) dari Kairo Selasa dini hari waktu  Mesir.

     Presiden Mursi yang baru menduduki jabatannya selama empat bulan sejak 30 Juni 2012 itu sudah mulai menghadapi oposisi terhadap kebiijakannya, terutama mengenai dekrit presiden yang dikeluarkan pada 22 November 2012. Oposisi tersebut terutama datang dari kalangan politisi Liberal dan Kristen.

     Partai Nour yang merupakan partai Islam garis keras Mesir pendukung dekrit presiden, telah sepakat dengan Ikhwanul Muslimin untuk menangguhkan demonstrasi Pro Mursi tersebut, kata seorang juru bicara partai tersebut.

Dekrit Bersifat Sementara

   Dekrit Presiden Mursi yang juga secara resmi disebut sebagai Deklarasi konstitusi dikeluarkan Mursi ini berisi beberapa pasal, antara lain:

    Melakukan penyidikan dan pengadilan ulang tersangka kasus pembunuhan demonstran 25 Januari 2011. Tujuan penyidikan ini adalah guna memelihara revolusi dan undang-undang.

     Deklarasi Konstitusi, Undang-undang dan segala keketapan Presiden berlaku mutlak sampai adanya konstitusi baru dan terpilihnya parlemen baru. Deklarasi Konstitusi , UU dan Tapres ini tak bisa diganggu gugat dan dibatalkan dengan cara apapun.

    Jaksa Agung ditunjuk berdasarkan ketetapan Presiden dengan masa jabatan 4 tahun sejak terpilih.

    Penggantian redaksi “masa pembentukan konstitusi baru Mesir berlaku selama 8 bulan sejak terbentuknya” dengan ” masa berlaku proyek pembuatan konstitusi baru adalah 6 bulan sejak terbentuk.

    Majelis Syura tak boleh dibubarkan oleh lembaga peradilan manapun. Demikian pula dewan konstituante.  

    Dalam keadaan darurat, adanya kekhawatiran ancaman terhadap revolusi 25 Januari, kehidupan umat, persatuan bangsa atau ada ancaman terhadap lembaga-lembaga negara, maka presiden berhak membuat kebijakan guna menghadapi ancaman tersebut

    Deklarasi Konstitusi Mesir dimuat di dokumen resmi negara dan berlaku sejak dimumkan secara resmi oleh pemerintah

     Kantor Kepresidenan Mesir dalam siaran persnya Ahad (25/11), meyakinkan bahwa deklarasi konstitusional yang dikeluarkan oleh Presiden Mesir, Muhammad Mursi pekan lalu hanya merupakan tindakan sementara.

   “Hal itu diperlukan untuk menindaklanjuti kejahatan korupsi dan melindungi dewan legislatif yang terpilih,” kata Jurubicara Kantor Kepresidenan Mesir dalam siaran persnya.

     Pernyataan itu mengatakan, ada kebutuhan untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab atas kegiatan korupsi yang dilakukan di bawah rezim sebelumnya dan selama masa transisi, serta untuk mencapai hak-hak para martir revolusi, yang hanya dapat dicapai dengan deklarasi tersebut.

      “Presiden menegaskan kembali sifat sementara dari perkataan resolusi, yang tidak dimaksudkan untuk berkonsentrasi pada kekuasaan, tetapi sebaliknya untuk menyerahkan hal itu kepada parlemen yang terpilih secara demokratis dan untuk menghindari setiap upaya untuk melemahkan atau membatalkan dua badan yang dipilih secara demokratis (majelis tinggi tingkat parlemen dan Majelis Konstituante), serta menjaga sikap netral dari lembaga peradilan dan membatalkan politisasi lembaga tersebut,” lanjut jurubicara Kantor Kepresidenan dalam siaran pers tersebut.

       Beberapa kalangan memandang ini adalah sebuah langkah bijak dan revolusioner, namun ada juga pihak yang memandang deklarasi konstitusi ini “inkonstitusional”, diktator dan memandang Morsi telah menggunakan wewenangnya untuk meguatkan kekuasaanya.

Presiden Mursi Optimis

   Presiden Mursi mengadakan pertemuan yang kedua kalinya dengan para anggota kabinet dan penasehatnya, Senin guna membahas dekrit konstitusional yang controversial tersebut. “Presiden Mursi optimis bahwa Mesir akan dapat mengatasi ketidakstabilan politik saat ini” kata Juru Bicara Presiden, Yasser Ali mengatakan hari Senin.

   Dia menambahkan bahwa deklarasi tersebut tidak berarti presiden bermaksud untuk mendominasi peradilan.

    Presiden menjelaskan hal ini dalam pertemuannya dengan Dewan Peradilan Tertinggi, di mana dia menegaskan bahwa ia menghormati peradilan.

“Deklarasi ini justru bertujuan untuk mencapai stabilitas ekonomi dan keadilan sosial, dan untuk membentuk parlemen yang mencerminkan aspirasi rakyat.” kata Ali.

     Demokrasi berarti menghormati oposisi, yang kita miliki, tapi kita berharap tidak ada korban. Dia mengatakan Presiden memerintahkan investigasi atas kematian dua pengunjuk rasa selama hari terakhir, satu di Kairo dan yang lainnya di Damanhour.

Demo Pro vs Kontra Morsi

      Menurut laporan Koresponden MINA dari Kairo, pendukung Presiden Morsi jumlahnya sangat jauh lebih besar dari oposisi yang menentang Morsi sebagaimana terlihat dari demonstrasi hari Jum’at.  Demonstrasi Pro Mursi yang berlangsung di depan Istana Presiden yang diikuti sekitar lima puluh ribu orang, sementara demo anti Mursi yang diadakan kelompok oposisi di alun-alun Tahrir hanya diikuti oleh sekitar lima ribu orang.

     Para demonstran yang menentang kebijakan Mursi sebagian besar nampaknya berasal dari kalangan bawah masyarakat Mesir yang mengeluh tentang kenaikan harga dari beberapa kebutuhan pokok, kata Koresponden MINA yang kebetulan berkantor di pinggiran Alun-alun Tahrir dimana setiap ada demo dia bisa melihat langsung kejadian demo dari jendela kantornya. (T/R-014/R-006/R-005).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply