IRAN PERKENALKAN HOVERCRAFT PERTAMA DALAM NEGERI

     Iran, 28 Dzulhijjah/13 November (MINA/Press TV) – Iran telah secara resmi meluncurkan hovercraft pertama dalam negeri mereka yang dirancang dan diproduksi dengan nama Tondar (Penerangan), menjadikannya  sebagai negara kelima di dunia yang memiliki pengetahuan tersebut.
Hovercraft itu, diproduksi dalam dua model, pertempuran dan logistik, diresmikan dalam sebuah upacara hari Senin yang dihadiri oleh Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi, di pelabuhan kota Iran selatan Bandar Abbas.

“Republik Islam Iran termasuk lima negara yang memiliki teknologi ini dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor terkait melalui berbagai desain nya,” tegas Vahidi.
Menteri Pertahanan memperhatikan berbagai jenis produk militer Iran, termasuk rudal, artileri, dan kendaraan udara tak berawak dapat diterapkan dan digunakan pada hovercraft.
“Produksi massal hovercraft ini akan sangat meningkatkan kemampuan operasional Angkatan Laut Republik Islam Iran.”
Menteri Iran menyebutkan patroli pantai, melakukan operasi pengintaian ofensif dan defensif, mengambil bagian dalam operasi pertahanan asimetris, membawa personil dan peralatan untuk mendukung pulau Iran dan daerah pesisir, beroperasi sebagai ambulans laut, dan mengambil bagian dalam operasi bantuan sebagai fungsi utama dari hovercraft.
Selain memenuhi kebutuhan militer, hovercraft  itu dapat mengangkut penumpang dan kargo di daerah tanpa dermaga, membantu Iran Red Crescent Society dengan  meringankan bantuan operasi di daerah-daerah yang terkena banjir, mengontrol kapal penangkap ikan, transportasi staff dan peralatan dari perusahaan luar negeri  serta membantu dengan baik di darat dan studi lingkungan lepas pantai.
Iran memulai kampanye swasembada dalam industri pertahanan dan meluncurkan banyak proyek militer segera setelah kemenangan Revolusi Islam.
Republik Islam telah berulang kali menjelaskan bahwa kekuatan militernya semata-mata didasarkan pada doktrin pertahanan bangsa dan tidak menimbulkan ancaman bagi negara-negara lain. (J-006)

Leave a Reply