Ismail Haniya beri penghargaan media massa

2012-11-27, 19:48:23

   Gaza City, 13 Muharram 1434/27 November 2012 (Al Qassam/MINA) – Perdana Menteri Palestina Ismail Haniya memberikan penghargaan dan penghormatan atas peran wartawan dalam meliput dan memberitakan perjuangan rakyat Palestina menghadapi serangan Israel ke Jalur Gaza beberapa hari lalu.
   “Kemenangan pemberitaan media massa tidak kalah penting dengan kemenangan militer dan politik”, kata Haniya dalam upacara penghormatan bagi wartawan yang meninggal dalam serangan Israel, di Gaza City Senin malam (26/11).
  

   Koresponden Mi’raj News Agency (MINA) dari Gaza melaporkan, PM Haniya menyampaikan, para wartawan yang meninggal akibat serangan Israel disebut sebagai syuhada, sebagaimana para pejuang di medan perang.  

   Pada acara pemberian penghargaan yang dihadiri oleh keluarga wartawan, Haniya menekankan pentingnya media massa dalam memberitakan ketangguhan dan perjuangan Palestina dalam  menghadapi Israel.
   “Media perjuangan Palestina telah mengalahkan media Zionis”, tegasnya.
   Pada acara yang sama, Emad Al-Efranji, Ketua Forum Media Gaza, mengecam kejahatan Israel terhadap para wartawan.
   Al-Efranji menyatakan, Israel sangat marah atas pemaparan media massa yang menyoroti setiap kejahatan Israel. Sehingga Israel berusaha mengebom kantor media massa dan membunuh serta mencederai para wartawan dalm tugasnya.
   Dia meminta Asosiasi Pers Arab dan Internasional untuk segera mengunjungi Jalur Gaza dan mendokumentasikan setiap kejahatan Israel terhadap warga Gaza serta mengajukan tuntutan hukum terhadap Israel atas kejahatan tersebut.
   Yasser Abu Hein, ketua Asosiasi Wartawan Palestina, mengatakan, delegasi gabungan 40 media massa dari seluruh dunia merencakan akan mengunjungi Gaza dalam waktu dekat untuk  menyelidiki serangan Israel terhadap wartawan sebagai langkah awal membawa para pemimpin Israel ke pengadilan.
   Yasser mengatakan, lembaganya sedang mengumpulkan bukti sejumlah kejahatan Israel yang menargetkan wartawan. Bukti tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada organisasi HAM Internasional Euro-Mediterranean Human Rights Network (EMHRN) agar dapat mengadili kejahatan perang Israel.
    Koresponden MINA menyebutkan, selama delapan hari serangan Israel ke Jalur Gaza, Israel telah membunuh tiga wartawan dan sedikitnya sembilan wartawan mengalami luka-luka.
   Tidak hanya itu,  serangan Israel yang membabi buta itu menyebabkan kerusakan pada kantor media massa lokal dan internasional. Kantor media yang rusak akibat rudal Israel di antaranya adalah Kantor berita Sky News Arabia, stasiun televisi Jerman ARD, stasiun TV MBC Arab, Abu Dhabi TV, Al-Arabiya, Reuters, Russia Today dan Kantor Berita Ma’an. 

   Mi’raj News Agency (MINA) sebagai portal kantor berita beralamat mirajnews.com sebagai lembaga kantor berita Islam berpusat di Jakarta, selama ini juga telah membantu mengadakan liputan perjuangan bangsa Palestina langsung dari Jalur Gaza. (R-022/R-005).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply