JAKSA AGUNG TUNISIA TUNTUT PEMBUNUH ABU JIHAD

Tunis, 29 Dzulhijjah 1433 /14 November 2012 (MINA/MEMO) – Jaksa Agung Tunisia secara resmi mengeluarkan gugatan yang diajukan oleh ‘Gerakan Wafaa’ untuk menyelidiki pembunuhan pemimpin Gerakan Fatah, Khalil al-Wazeer, pada hari Selasa.

Bokhtheer mengatakan bahwa gerakannya telah mengajukan gugatan berdasarkan Konvensi Internasional Tahun 1970, yang menganggap pembunuhan politik sebagai kejahatan perang, terlepas dari berapa lama mereka berkomitmen.
Sumber yang sama, menegaskan sebelumnya ‘Wafaa’ dimaksudkan untuk menuntut Israel dan para pembantunya di Tunisia yang terlibat dalam pembunuhan pemimpin Palestina, Abu-Jihad, yang dibunuh di Tunis pada tahun 1988.
Pekan lalu, surat kabar Israel Yedioth Ahronoth, untuk pertama kalinya, mengungkapkan informasi tentang pembunuhan Abu-Jihad.
Israel telah lama dicurigai membunuh Khalil al-Wazir alias Abu Jihad, sahabat sekaligus wakil pemimpin Palestina Yasser Arafat. Namun baru sekarang ini Yediot diijinkan mempublikasikan kasus ini, termasuk mewawancarai komandan yang melaksanakan pembunuhan tersebut setelah 12 tahun surat kabar tersebut memperoleh informasi ini.
Abu Jihad merupakan sahabat sekaligus wakil Arafat yang mendirikan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), telah memegang peran utama dalam intifada melawan pendudukan Israel pada 1987-1993.
Operasi ini di bawah komando Nahum Lev, yang mengatakan secara terang-terangan mengenai perannya dalam operasi itu dalam sebuah wawancara sebelum kematiannya pada tahun 2000. Namun demikian, hal ini tidak pernah dipublikasikan setelahnya.
“Bagi kami, negara Israel-lah yang telah membunug Abu Jihad,” ucap Mahmud al-Alul, mantan asisten wakil PLO tersebut yang sekarang telah menjadi pejabat senior FATAH. ”Abu Jihad tidak dibunuh oleh tentara tapi oleh keputusan pemerintah Israel dan kepemimpinan militernya” ujarnya kepada kantor berita AFP.
“Semua orang tahu siapa perdana menteri, menteri pertahanan serta kepala lembaga keamanannya. Bagi kami, merekalah yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut,” ungkap Alul.
Pada waktu itu, Yitzhak Shamir menjabat sebagai perdana menteri dan menteri pertahanannya dijabat oleh Yitzhak Rabin yang kemudian menjabat sebagai perdana menteri hingga ia dibunuh pada Nopember 1995.
Ehud Barak, yang menjabat Menteri Pertahanan saat ini merupakan wakil kepala staf pada waktu itu, dan Moshe Yaalon sebagai komandan unit Sayeret Matkal saat itu. Nama terakhir saat ini menjabat sebagai Menteri Urusan Strategis.
Dalam beberapa dekade terakhir, puluhan operasi telah ditujukan kepada Israel, namun mereka tak mau mengakuinya.
Menurut laporan, 26 tentara Israel mencapai pantai Tunisia di utara Afrika menggunakan perahu karet. Lev mendekati rumah Abu Jihad di ibukota Tunis dengan beberapa pasukan yang menyamar menggunakan pakaian wanita. Mereka menyamar sebagai turis dengan Lev membawa sebuah kotak cokelat yang ternyata di dalamnya adalah senapan dengan peredam suara.
Belum diketahui mengapa Lembaga Sensor Militer Israel mengijinkan mempublikasikannya sekarang setelah 12 tahun kasus ini bocor ke publik. (J-002/J-001).

Leave a Reply