KEMENTRIAN PEMUDA PALESTINA JALIN KERJASAMA DENGAN KANTOR BERITA “MINA”

Jakarta, Indonesia – 21 Dzulhijjah 1433 / 6 November 2012 (MINA) -Kementrian Pemuda dan Olahraga Palestina di Jalur Gaza mengucapkan selamat dan siap menjalin kerjasama dengan Kantor Berita Islam Mi’raj News Agency (MINA) yang berpusat di Jakarta.

Hal itu dikemukakan Khalid Ahmed Abu Zubaydah, Direktur Luar Negeri Departemen Kementrian Pemuda dan Olahraga Palestina di Jalur Gaza, seperti disampaikan melalui surat elektronik kepada Redaktur MINA, kemarin.

Khalid Ahmed berharap, melalui kerjasama ini akan memperkuat hubungan dan partisipasi nyata kedua belah pihak, serta dapat membuka cakrawala baru penyampaian pesan kemerdekaan Palestina secara keseluruhan.

“Untuk membuat kantor berita Islam yang mendunia, terutama mengangkat isu-isu Palestina, perlu kerja keras tanpa kenal lelah, “ ujar Khalid.

Selain sambutan dan dukungan, Kementrian Pemuda Palestina juga siap mengadakan kerjasama dalam bentuk pertukaran pemuda Palestina-Indonesia, pelatihan bersama untuk meningkatkan potensi pemuda, dan pengembangan layanan rehabilitasi warga Palestina.

 

Sambutan Dunia Islam

Sambutan atas kehadiran Kantor Berita MINA yang diluncurkan tanggal 10 Dzulhijjah 1433 / 26 Oktober 2012, juga datang dari Pimpinan Palestine Foudation Pakistan, Aqsa Working Group Malaysia, peserta International Conference Freedom of Palestine Bandung, Komunitas Mahasiswa Indonesia di Sudan, Mesir dan Yaman, serta mahasiswa Uganda di Indonesia.

Dari berbagai kalangan di Indonesia, kehadiran Kantor Berita Islam MINA beralamat mirajnews.com yang membawa misi sebagai media portal berita online sebagai “juru bicara” kaum muslimin dalam menunaikan tugas dari Allah menyampaikan amar ma’ruf dan nahi mungkar, juga banyak mengalir ke meja Redaksi MINA.

Di antaranya dari para tokoh ulama dari daerah-daerah di Indonesia, seperti dari KH Saleh Hafidz Pengasuh Pesantren Tahfidz Al-Quran Al-Fatah Sarolangun Jambi serta dari Ustadz Kamari Satam tokoh Islam Palembang Sumatera Selatan, yang mengharapkan Kantor Berita MINA menjadi media jihad di jalan Allah.

Dari kalangan akademisi, Ir Agus Priono,M.S., dosen Institut Pertanian Bogor dan Ahmad Zubaidi Ardlani pengajar matematika di Semarang, mengharapkan serupa, agar Kantor Berita MINA dapat menjadi garda depan pembangkit dunia Islam dan pembawa kebenaran.

Dari kalangan wartawan senior, ucapan selamat disampaikan oleh Ismet Rauf, Ketua Dewan Kehormatan Pers PWI Jaya dan Muhammad Anthoni, Ketua Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI).

“Dari tanah suci Makkah Al-Mukarramah kami ikut mendoakan semoga Kantor Berita Islam MINA berjalan lancar dan sukses, serta para pengelolanya semakin kuat dan terus bersemangat mengangkat juang izzul islam wal muslimin, ” ujar Anthoni, yang baru menunaikan ibadah haji.

 

Visi Misi MINA

Dalam visi misinya disebutkan, Kantor Berita Islam mina adalah “pengawal” dan “perisai” bagi Islam dan muslimin, karena Allah semata-mata, terhadap segala bentuk muslihat serta tipu daya musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya.

Di samping itu, Kantor Berita Islam mina adalah pembaharu, pembangkit dan penyegar kembali bagi kehidupan umat Islam khususnya dan umat manusia pada umumnya, sehingga dapat kiranya mereka itu menjadi hamba-hamba Allah yang taqwa.

Kantor Berita Islam mina di dalam menyebarkan informasi adalah membawa cahaya kebenaran, keadilan, keamanan, kedamaian, kejujuran serta amanah menurut Islam, dengan demikian maka ia adalah pembeda antara yang haq dan bathil, jelasnya.

Adapun konten Kantor Berita Islam mina berkisar pada perjuangan untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan pembebasan Masjid Al-Aqsha serta berita umat Islam di berbagai belahan dunia.

Tahap pertama Kantor Berita MINA menggunakan bahasa Indonesia, Inggris dan Arab sebagai bahasa layanannya. Beberapa bahasa lainnya, seperti Cina, Perancis, Rusia, Spanyol, dan Portugis, akan ditambahkan pada waktu yang akan datang.

Pembentukan Kantor Berita MINA merupakan kelanjutan dari “Konferensi Internasional untuk Pembebasan Al-Quds dan Palestina” di Bandung 4-5 Juli 2012 lalu, yang dibuka Ketua DPR RI Marzuki Alie, dan dihadiri Imam Masjid Al-Aqsha Syekh ‘Aly Al-Abbasy, Dubes Palestina Fariz Mehdawi, Koordinator Global March to Jerusalem (GMJ) asal Jordania DR Ribhi Halloum, Direktur Middle East Monitor (MEMO) asal London DR Daud Abdullah, dan sekitar 270 peserta dari unsur para tokoh pergerakan perjuangan Palestina dari Gaza, Malaysia, Sudan, Turki, dan tuan rumah Indonesia. (R-001).

Leave a Reply