KUBURAN ARAFAT DIGALI UNTUK KEPERLUAN INVESTIGASI

 

       Ramallah, 13 Muharram 1434/ 27 November 2012 (MINA) – Para ilmuwan dan ahli hukum dari Swiss, Perancis dan Rusia telah tiba di Tepi Barat dalam rangka menggali kembali tubuh pemimpin terakhir Palestina, Yasser Arafat, demikian menurut laporan Kantor Berita Islam Internasional (IINA) dalam laporannya dari Ramallah.

 

    Kepala Komite Investigasi Palestina Taufik al-Tirawi mengatakan Tim akan menggali kuburan Arafat pada Selasa (27/11) untuk menguji apakah di tubuhnya  terdapat radioaktif polonium. 

 

    Menurut laporan Al Jazeera, sebuah penyelidikan selama sembilan bulan menemukan bahan polonium pada barang barang milik  pribadi Arafat. Temuan itu, disiarkan pada Juli lalu, menunjukkan bahwa ada juga polonium tingkat tinggi dalam tubuh Arafat ketika dia meninggal, sehingga memunculkan pertanyaan baru tentang apa yang membunuh pemimpin Palestina itu.

 

      Penyebab kematian Arafat telah lama menjadi misteri. Beberapa laporan berspekulasi bahwa ia meninggal karena AIDS, sirosis hati, atau penyakit lainnya, namun para ahli medis yang mempelajari catatan terakhirnya mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dia berada dalam kesehatan baik sampai ia tiba-tiba jatuh sakit pada bulan Oktober 2004.

 

     Banyak pejabat dan rakyat Palestina percaya bahwa Arafat diracuni oleh Israel,  suatu tuduhan, yang Tirawi ulangi dalam konferensi pers Sabtu di Ramallah. “Kami memiliki bukti yang menunjukkan bahwa [Arafat] diracuni oleh Israel,” katanya.

 

     “Saya menganggap ini suatu keharusan (penyelidikan) yang menyakitkan. Hal ini diperlukan untuk menemukan kebenaran dari kematian Presiden Yasser Arafat,” kata Tirawi. Pemerintah Israel telah membantah terlibat dalam kematiannya dan menolak untuk mengomentari temuan Al Jazeera itu.

 

     Arafat meninggal dunia di sebuah rumah sakit militer Perancis pada 2004. Dia dimakamkan di sebuah makam beton di Muqataa, markas Otoritas Palestina. Makam itu akan dibuka  hari ini dan peneliti dari masing-masing tiga negara akan mengambil sampel, serta  mereka akan menganalisanya secara independen.

                                                      

     Para ilmuwan juga akan mempelajari sejumlah kecil tanah dari Jerusalem yang dikubur dalam makam Arafat. Tubuh Arafat akan dimasukan kembali pada hari yang sama dalam sebuah upacara militer.

 

     Barang-barang milik pribadi Arafat dianalisa oleh Institut de Radiophysique di Lausanne, Swiss, dan dari barang barang tersebut ditemukan elemen radioaktif polonium-210 tyang cukup tinggi.

                              

    Pemeriksaan lebih lanjut menemukan bahwa sebagian besar polonium itu “tanpa dukungan” yang berarti zat itu tidak berasal dari sumber alami.  Zat ini adalah elemen yang sangat radioaktif  digunakan, antara lain, untuk energilistrik pesawat ruang angkasa.

 

    Marie Curie menemukannya pada tahun 1898, dan putrinya Irene merupakan salah satu orang pertama yang menjadi korbannya: dia meninggal karena leukemia beberapa tahun setelah insiden radiaso polonium di laboratoriumnya.

 

     Setidaknya dua orang yang ada hubungan dengan program nuklir Israel juga dilaporkan tewas setelah terkena radiasi elemen polonium ini, menurut literature khusus.

 

     Tapi korban yang meninggal akibat polonium ini yang paling terkenal adalah Alexander Litvinenko, seorang mata-mata Rusia yang meninggal di London pada 2006 setelah sakit yang cukup lama. Sebuah penyelidikan Inggris menemukan bahwa ia diracuni dengan polonium dalam tehnya di sebuah restoran sushi.

 

    Persiapan telah dilakukan mulai awal bulan ini, ketika Otoritas Palestina mencabut batu marmer yang menutupi makam Arafat. Situs ini telah ditutup untuk umum sejak pertengahan November, dan terpal biru meliputi daerah sekitar kuburan.

 

     Diperkirakan akan memakan waktu berbulan-bulan bagi para ilmuwan untuk menyelesaikan analisia sampel yang mereka kumpulkan.(T/R-010/R-006)

*Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply