MANTAN KOMANDAN ISRAEL DIADILI KARENA SERANGAN MAVI MARMARA

Ankara, 22 Dzul Hijjah 1433 / 7 Nopember 2012 (MINA/IINA) – Pengadilan Istambul mengadili empat orang mantan kepala militer Israel terkait dengan serangan mematikan atas kapal kemanusiaan berbendera Turki, Mavi Marmara, yang mencoba menembus blokade Gaza pada 2010 lalu.

Sembilan aktivis asal Turki tewas dalam serangan pasukan Israel di atas kapal Mavi Marmara. Sementara dari pihak Israel dilaporkan ada tujuh orang yang terluka. Kejadian tersebut membuat renggang hubungan kedua negara tersebut. Jika keempatnya bisa dihukum, maka pengadilan tersebut bisa mengeluarkan surat perintah penangkapan mereka.

Mavi Marmara sedang membawa sedikitnya 600 aktivis pro-Palestina menuju pantai Gaza ketika diserang oleh pasukan Zionis Israel di perairan Internasional pada Mei 2010. Israel bersikeras menyebutkan bahwa pasukan mereka menyerang aktivis dalam rangka membela diri karena mereka telah diserang terlebih dahulu oleh para aktivis. Kedutaan besar Israel di Ankara menyebutkan bahwa pengadilan tersebut merupakan “tindakan politik sepihak tanpa adanya kredibilitas keadilan”.

Dia mengatakan bahwa permasalahan itu bisa diselesaikan dengan adanya pembicaraan antara Israel dan Turki. Penyelidikan PBB menunjukkan bahwa blokade Israel merupakan “tindakan keamanan yang sah” dan juga telah mengungkapkan bahwa tentara Israel telah mengalami “kekerasan dan serangan terorganisir secara signifikan” ketika mereka naik ke atas kapal.Namun dia juga menyesalkan tindakan Israel yang “berlebihan dan tidak masuk akal”.

Pada bulan Mei, jaksa Turki mendakwa empat mantan komandan militer Israel. Mereka adalah Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Gabi Ashkenazi, mantan Kepala Angkatan Laut Laksamana Eliezer Marom, mantan Kepala Intelijen Militer Mayjen Amos Yadlin dan Mantan Kepala Angkatan Udara Brigjen Avishai Lev. Hampir 500 orang yang ada di atas kapal dimintai keterangan. Tekanan dunia internasional membuat Israel melunak, sehingga mereka membolehkan penambahan pasokan bahan makanan.(J-001)

Leave a Reply