MASALAH RIBA KEMBALI JADI PERHATIAN DUNIA

 

 Jakarta, 27 Dzulhijjah 1433/11 November 2012 (MINA) – Riba Free Economy (RIFCON) satu lembaga dunia pemerhati riba (bunga pinjaman/bank) di Malaysia kembali akan melaksanakan  Konferensi Tahunan ke-3 tentang Riba (3rd  Annual World Conference on Riba – AWCR), 26-27 November  di Kuala Lumpur, membuat riba kembali jadi perhatian dunia.

 Sejumlah pengamat ekonomi syariah menilai acara ini penting untuk membuka mata dunia akan buruknya sistem ekonomi ribawi (sistem ekonomi/perbankan berdasakan bunga), termasuk diantaranya Dr. Abdul Halim bin Abdul Halim, ahli ekonomi syariah dari Universitas Multimedia Kuala lumpur.

“Buruknya sistem ekonomi riba belum banyak dimengerti masyarakat dunia. Insya Allah dengan acara tersebut semakin membuka mata mereka betapa korupnya sistem ekonomi riba yang akan menuju pada kehancuran,” tegasnya dari Kuala Lumpur kepada Kantor Berita Islam MINA dalam wawancara via telepon, Minggu.

 Dr. Abdul Halim optimis ekonomi syariah akan maju jika semakin banyak diterapkannya  penggunaan dinar (uang emas) dan dirham (uang perak).

 Sementara di Jakarta, K.H. Ir. Abdul Hakim, M.M. anggota DPR fraksi PKS menyambut baik penerapan ekonomi syariah di beberapa negara. “Nilai-nilai Islam pada hakekatnya universal, siapa pun yang menerapkannya pasti mendapatkan mamfaatnya. Sistem Allah Yang Maha Adil dan Bijaksana,” katanya.

 Acara tahunan ini rencananya akan dihadiri oleh tokoh-tokoh ekonomi dunia seperti Tun Dr. Mahathir Mohamad (mantan Perdana Menteri Malaysia), Hugo Salinas Price (milyarder Meksiko), Ellen H. Brown (Presiden of Public Banking Institute, USA), dan Imam Afroz Ali (Sydney, Australia).

 Konferensi Riba Dunia tahun ini dilaksanakan RIFCON di Kuala Lumpur. Konferensi pertama diadakan November 2010 dan kedua Juli 2011. Lembaga ini khusus memikirkan tentang riba yang menjadi sumber kemiskinan dunia saat ini.

 “Sebuah perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah,” kata RIFCON dalam pernyataan diawal berdirinya. Lembaga ini memahami riba adalah inti dari semua permasalahan ekonomi di dunia saat ini, memenjarakan dan memperbudak manusia melalui tipu daya sosial, politik, ekonomi, dan sistem keuangan.  (T/RH/TR/HSH)

 

Leave a Reply