MENHAN ISRAEL MUNDUR ATAS GAGALNYA SERANGAN KE GAZA

2012-11-26, 21:05:23

   Gaza, 13 Muharram/26 November. (MINA) – Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak menyatakan pengunduran dirinya dari jabatannya, Senin, dan selanjutnya pula akan meninggalkan partainya yang sekarang.
   Ehud Barak, yang memimpin Partai Buruh sampai Januari 2011 saat ia menerima tawaran PM Benjamin Netanyahu untuk menjadi Menhan dan Wakil PM dalam kabinetnya, dalam pernyataannya pada konperensi pers di kantornya di Tel Aviv, seperti dilaporkan koresponden MINA di Gaza, Senin (26/11).
  

Barak menambahkan pengunduran dirinya akan efektif begitu suatu pemerintahan baru di Israel terbentuk setelah pemilihan umum tahun 2013. Namun pengunduran diri tersebut dilontarkannya kurang dari seminggu setelah Israel setuju gencatan senjata dengan Palestina pada 21 November lalu.
   Pengunduran diri Barak tersebut dilakukan setelah kegagalannya dalam operasi militer delapan hari ke Gaza yang menewaskan 164 warga sipil Gaza, dan melukai sedikitnya 1300 warga Gaza yang kebanyakan wanita, anak-anak dan orang tua. Di  pihak Israel tercatat 19 orang tewas, 10 di antaranya adalah tentara.
   Sementara itu, menanggapi berita pengunduran diri Menhan Israel tersebut, Hasnan Ashrawi, politisi senior Palestina dan anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO),  menilai mundurnya Ehud Barak sudah pasti terkait dengan akibat kegagalan militer Israel terakhri di Gaza pekan lalu.
   “Saya harap ini merupakan tanda pengakuan darai kegagalan pendekatan militer yang menerapkan cara-cara kekerasan untuk berurusan dengan rakyat Palestina,” kata Asharawi, dalam komentarnya kepada media di Ramallah beberapa jam setelah pernyataan pengunduran diri Ehud Barak.
   “Jika itu untuk alasan pribadi, kami tak bisa berkomentar, tapi jika ini pengakuan bahwa keseluruhan karirnya berdasarkan pendekatan militer yang terbawa ke kehidupan politik, maka itu menunjukkan pengakuan akan kegagalan militeralisme dan kekerasan,” kata Asharawi.
Sementara  Netanyahu dalam sebuah pernyataan di Kantor Perdana Mentri mengatakan, menghormati keputusan Barak. “Terima kasih atas kerja samanya dalam pemerintahan dan saya menghargai kontribusinya untuk keamanan negara,” katanya.
   Ehud Barak bergabung dengan Angkatan Darat Israel pada tahun 1959 dan menempati posisi sebagai Kepala Staf AD.  Selama 35 tahun pengabdiannya dia pernah menerima posisi sebagai Rav Aluf, sebuah posisi tertinggi di kemiliteran Israel. (R-22/R-05/R-03/R-006).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply