MENHAN ISRAEL MUNDUR, BENTUK LAIN KEMENANGAN PALESTINA

 

    Jakarta, 13 Muharram/26 November 2012 (MINA)Pengunduran diri Ehud Barak dari jabatannya sebagai Menteri Pertahanan dan Wakil PM Israel, Senin (26/11), dinilai terkait langsung pada kegagalan kebijakan militer yang diterapkannya terhadap Gaza pekan lalu.

    “Ini merupakan kegagalan Israel atas serangan  delapan hari ke Gaza,”  kata Al Muzammil Yusuf, Anggota Komisi I DPR-RI, dalam pernyataannya kepada Mi’raj News Agency (MINA), Senin.

    Muzammil juga mengatakan, pengunduran diri Barak tersebut adalah bentuk lain dari kemenangan bagi para pejuang Hamas di Gaza, menyusul kesediaan Israel untuk menandatangani perjanjian gencatan senjata dengan Palestina pada 21 November lalu.

   “Ini kemenangan bagi Hamas dan para pejuang Gaza, karena menjadikan internal Israel terpecah belah dan akhirnya Barak mengundurkan diri atas kegagalannya menyerang Gaza beberapa waktu lalu,” kata Muzammil dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

     Ehud Barak, yang memimpin Partai Buruh sampai Januari 2011 saat ia menerima tawaran PM Benjamin Netanyahu untuk menjadi Menhan dan Wakil PM dalam kabinetnya, menyatakan mundur dari jabatannya dalam konperensi pers di kantornya di Tel Aviv, Senin, seperti dilaporkan koresponden MINA dari Gaza.

    Barak menambahkan pengunduran dirinya akan efektif begitu suatu pemerintahan baru di Israel terbentuk setelal pemilihan umum tahun 2013. Namun pengunduran diri tersebut dilontarkannya kurang dari seminggu setelah Israel setuju gencatan senjata dengan Palestina pada 21 November lalu.

    Pengunduran diri Barak tersebut Ini dilakukan setelah kegagalannya dalam operasi militer delapan hari ke Gaza yang menewaskan 164 warga sipil Gaza, dan melukai sedikitnya 1300 warga Gaza yang kebanyakan wanita, anak-anak dan orang tua. Di  pihak Israel tercatat 19 orang tewas, 10 di antaranya adalah tentara. (T/R-025/R-005/R03/R-006).

Leave a Reply