OBAMA TOLAK RENCANA PALESTINA KE PBB

     Jakarta, 28 Dzul Hijah 1433 / 13 Nopember 2012 (MINA/MEMO) – Presiden AS Barack Obama menegaskan kepada Mahmoud Abbas agar Palestina tidak melakukan rencananya untuk menjadi negara pengamat non-anggota PBB dalam percakapan per telepon, Senin.

Juru bicara Abbas, Nabeel Abu Rodaineh mengatakan, “Abbas mengucapkan selamat kepada Obama untuk kemenangan keduanya, sementara Obama mengatakan bahwa dia tidak akan menyetujui usulan Palestina tentang keanggotaan ke PBB”.

 

Nabeel menambahkan, Abbas sudah menjelaskan alasan kepada Obama bahwa hal yang mendorong Palestina untuk mengajukan usulan tersebut ke PBB karena aktivitas pemukiman Israel dan serangan Israel yang meningkat dalam beberapa periode akhir-akhir ini.

Bagaimanapun, Obama tetap menegaskan bahwa “upaya unilateral ke PBB akan menghambat upaya perdamaian” antara Palestina dan Israel.

Selama empat tahun terakhir, Palestina menyalahkan Obama karena tidak mengerahkan cukup tekanan pada Israel untuk menghentikan kegiatan pembangunan pemukiman di wilayah pendudukan, meskipun ia meminta Israel untuk melakukannya ketika ia pertama kali terpilih sebagai presiden AS pada tahun 2008. 

Kepala perunding Palestina Saeb Erekat mengatakan bahwa Palestina berharap Obama akan membantu dalam empat tahun ke depan dalam melaksanakan solusi dua-negara dan pembentukan negara Palestina merdeka di wilayah yang diduduki oleh Israel sejak tahun 1967.

“Kami berharap bahwa Amerika Serikat akan mengatur situasi di era kedatangan Obama sesuai dengan sistem kepentingannya dan memahami bahwa demokrasi, perdamaian atau keamanan di wilayah tersebut tidak dapat dicapai sebelum mengakhiri pendudukan Israel dan memberikan Palestina hak-hak mereka,” kata Erekat.

Pembicaraan damai langsung antara Palestina dan Israel berhenti pada bulan Oktober 2010 setelah Israel menolak untuk membekukan atau menghentikan pembangunan permukiman di Yerusalem Timur dan Tepi Barat.

Erekat meminta Obama untuk tidak memveto atau menentang tawaran Palestina di PBB untuk pengakuan negara non-anggota Palestina.

Ketika proses perdamaian tetap terhenti dan Israel tetap melanjutkan pembangunan pemukiman, Palestina memutuskan ke PBB untuk pengakuan negara.(J-001).

Rate this article!

Leave a Reply