OTORITAS PALESTINA AKAN ‘BEBASKAN TAHANAN HAMAS’

       BETHLEHEM 12 Muharram 1434/26 November 2012 (MINA) – Otoritas Palestina akan membebaskan tahanan yang berafiliasi dengan Hamas sebagai niat baik mereka untuk meningkatkan upaya rekonsiliasi dengan Hamas, seorang pejabat PLO mengatakan Minggu, setelah Hamas mengumumkan langkah serupa sebelumnya, demikian menurut Kantor Berita Ma’an (Ma’an News Agency – MA’AN).

      Nabil Shaath mengatakan kepada Ma’an,  persiapan dimulai dalam beberapa hari ke depan untuk melepaskan puluhan tahanan Hamas yang dipenjara karena alasan politik, denagn menambahkan PA baru baru ini membebaskan sejumlah besar tahanan yang berafiliasi dengan Hamas.

     Shaath menambahkan perwakilan Hamas juga akan mulai berpartisipasi dalam pertemuan kepemimpinan di Tepi Barat, termasuk siding sidang Komite Eksekutif PLO.

    “Mereka adalah bagian dari rakyat Palestina, dan mereka akan berkonsultasi dalam isu-isu politik Palestina,” katanya.

    Pembicaraan rekonsiliasi lebih lanjut diharapkan akan diadakan di Kairo setelah permohonan keanggotaan sebagai suatu negara dengan status peninjau ke PBB dan mempersiapkan pemilihan pada 29 November mendatang.

     “Semua isu yang belum terselesaikan terkait dengan karyawan sektor publik juga akan dibahas, dan faksi-faksi akan mencoba untuk membangun sebuah ‘peta politik untuk masa depan’”, kata Shaath.

     Pemimpin Fatah juga mengatakan  Presiden Mahmud Abbas akan mengunjungi Jalur Gaza, meskipun tanggal tepatnya belum diatur.

    Minggu pagi, Hamas mengindikasikan bahwa mereka akan membebaskan para tahanan yang berafiliasi dengan Fatah, memanfaatkan momentum lebih lanjut untuk upaya rekonsiliasi sejak serangan Israel di Gaza.

     Juru bicara pemerintah Taher al-Nunu mengatakan pihaknya akan memberikan ampunan kepada semua tersangka dan tahanan yang terkait pada konflik Hamas dengan Fatah 2006 lalu.

    Banyak pihak berjuang dengan keras untuk mempertahankan persatuan setelah Hamas memenangkan pemilihan parlemen pada 2006, sehingga pemerintahan terbagi menjadi dua  setahun kemudian, di Gaza dan Tepi Barat.

     Pembicaraan rekonsiliasi telah berulang kali tertunda, tapi delapan hari serangan Israel di Jalur Gaza yang berakhir Rabu (21/11) memberikan dorongan politik kedua belah piihak untuk mengakhiri perbagian wilayah. (R-010/R-006)

Leave a Reply