AHLI RUSIA, SWISS DAN PERANCIS SELIDIKI KEMATIAN ARAFAT

Palestina, 27 Dhulhijjah/12 November (MINA/Press TV) – Presiden Palestina Mahmud Abbas mengatakan, para ahli dari tiga negara Eropa yang di dalamnya ada Rusia, Swiss dan Perancis telah berencana menyelidiki kematian mantan pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Yasser Arafat.

 “Ada kerja sama penuh akhir-akhir ini antara kami dan para peneliti Perancis dan ahli Swiss, dan juga dari pemerintah Rusia,” kata Abbas pada hari Minggu saat upacara peringatan meninggalnya Arafat.

“Mereka akan membuka kuburan berharap bahwa akan ada temuan baru tentang penyebab kematiannya.  Kami akan mengumumkan semua penemuan baru kepada masyarakat kami dan masyakat umum.. Ini adalah kasus yang sangat penting, lebih besar dari  sensasi media,” tambahnya.

Arafat meninggal dunia pada tanggal 11 November 2004, setelah beberapa minggu pengobatan medis.

Pada saat itu, para pejabat Perancis menolak untuk mengungkapkan penyebab pasti kematiannya atas dasar undang-undang privasi, memicu rumor bahwa badan inteligen Israel, Mossad, telah meracuni dia dengan thallium, suatu unsur radioaktif. 

Pada bulan Juli 2012, para ilmuwan Swiss mengatakan mereka memiliki bukti bahwa ia mungkin telah diracuni dengan polonium, kimia radioaktif lainnya.

Klaim itu dibuat berdasarkan tes, berfokus pada sampel biologis yang diambil dari barang-barang milik Arafat, yang diberikan kepada istrinya oleh rumah sakit di Paris di mana ia meninggal. (MAM / PKH/J-006/HSH)

Leave a Reply