Parlemen Palestina : Kemenangan sesungguhnya bebasnya Al-Aqsha

2012-11-30, 06:27:06

     Gaza, 16 Muharram 1434 / 30 November 2012. (MINA) – Wakil Ketua Parlemen Palestina (Palestinian Legislative Council / PLC), Dr Ahmad Bahar mengatakan, Palestina menang dengan adanya gencatan senjata Israel-Palestina. Namun kemenangan sesungguhnya adalah nanti ketika bebasnya Masjid Al-Aqsha dari penjajahan Israel.

     Koresponden Mi’raj News Agency (MINA) M.Husain di Gaza melaporkan, Bahar mengatakan hal itu pada sambutan Parlemen Palestina saat menyambut kedatangan rombongn Parlemen (DPR) Indonesia yang berkunjung ke Gedung PLC di Jalur Gaza, Kamis malam (29/11).

     Bahar menyatakan, kemenangan Gaza karena kesabaran para pejuang dalam bertahan dan berkat dukungan negeri-negeri muslim dan umat Islam di seluruh dunia.
Bahar didampingi anggota Perlemen lainnya, Dr Younis Astal, Dr Younis Abu Diqah, Dr Yahya Abbath, Musyir Al-Mashri dan Dr Abdurrahman Al-Jamal.
     Nama terakhir, Dr Abdurrahman Al-Jamal pernah berkunjung ke Indonesia, tepatnya ke Pesantren Al-Fatah Muhajirun, Natar, Lampung dalam rangka menyelenggarakan Program Tahfidzul Quran “Tajul Waqar Lil Aqsha Intishar”, Januari-Maret 2012.

Bantuan Indonesia
     Koresponden MINA yang ikut mengantar rombongan ke Parlemen melaporkan, ketua delegasi Indonesia Mahfudz Siddiq menyampaikan dukungan rakyat Indonesia terhadap perjuangan Palestina antara lain melalui bantuan dana yang dibawa rombongannya.
     “Beberapa bantuan dana ke Gaza merupakan wujud solidaritas persaudaraan dan untuk memperkuat hubungan Palestina-Indonesia,” kata Mahfudz.
     Delegasi DPR bersama tujuh lembaga bantuan kemanusiaan dari Indonesia menyerahkan bantuan dana Palestina dari rakyat Indonesia senilai sekitar 1 juta dolar atau sekitar 9,6 miliar rupiah.
     Sementara itu Suripto, perwakilan Freedom Palestine Indonesia menyebutkan, beberapa contoh kepedulian rakyat Indonesia antara lain, ada tukang bakso yang menyerahkan seluruh hasil jualannya pada hari serangan Israel sebagai bantuan untuk saudara-saudara mereka di Gaza.
     “Seorang karyawan, penghasilannya kurang dari 10 juta rupiah, rela menyumbangkan mobilnya untuk perjuangan Palestina,” ujar Suripto.
     Ada pula serorang ibu, menggadaikan syalnya dengan harga 73 juta rupiah. Seorang karyawan menyumbangkan harga rumahnya. Semua untuk Palestina, tambahnya.
     Bantuan lainnya yang sedang dikerjakan adalah lanjutan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza, yang sangat diperlukan warga setempat.(L/K03/K04/R14/R05/R06).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply