PERANG BUKAN JALAN UNTUK CAPAI PERDAMAIAN DUNIA

 

oleh M. Abdullah Rasyid

     Kuala Lumpur, 11 Muharram 1434/25 November 2012 (MINA) – Kuala Lumpur Foundation to Criminalise War (Lembaga Kuala Lumpur untuk Mengkriminalisasi Perang)  mengadakan Konferensi internasional dengan tema utama “Criminalise War” (Mengkriminalilalsi Perang)  pada 19-22 November 2012 di Putra World Trade Center, Kuala Lumpur, Malaysia.

     Mengangkat tema Criminalise War, konferensi ini mengacu pada tiga topik bahasan  yakni tragedi WTC 9/11 di Amerika, penderitaan rakyat Palestina selama dalam penjajahan Israel dan anak-anak korban perang yang sangat menderita.

Tragedi WTC Yang Belum Tuntas

     Dari konferensi itu ada beberapa hal yang dapat kita ambil hikmah dan manfaatnya. Meskipun di antara bahasan itu ada yang dianggap isu lama, tapi ada fakta baru yang membuat isu itu kembali segar.

     Seperti pernyataan penggagas acara tersebut mengenai kasus pembajakan pesawat yang menabrak menara World Trade Center (WTC) di New York.

     Mantan Perdana Menteri Malaysia, Dr. Mahathir Mohamad mengatakan, “Saya kira hanya orang tertentu yang sudah terlatih di CIA (agen mata-mata Amerika) atau Mossad (agen mata-mata Israel) yang mampu merencanakan dan melakukan operasi 9/11 itu dari pada Osama bin Laden yang tinggal di Paksitan saat itu.”

    Tragedi WTC digunakan oleh pihak Amerika yang menyebut dirinya sebagai “pendeta hak hak zasi dan demokrasi dunia”  itu untuk mengejar pelaku penabrak gedung tersebut yang  kemudian memunculkan istilah “teroris” dengan titik beratnya mengacu pada kelompok Islam bernama al-Qaeda yang ketuanya mereka namai Osama bin Laden.

     Mereka kemudian gencar mengumandangkan ke seluruh penjuru jagad ini bahwa teroris berasal dari radikalisme di beberapa Islam. Amerika dan sekutunya gencar mencari kelompok al-Qaeda ke seluruh penjuru dunia. Dengan sasaran utama adalah yang mereka juluki sebagai golongan radikal di negeri-negeri Islam seperti Afganistan, Pakistan, Irak, dll.

     Namun dunia sekarang mulai terbuka fikirannya mengenai perang pemikiran (ghazwatul fikri) yang dilancarkan melalui media Barat yang cenderung menyudutkan Islam.

    Konferensi ini salah satu tujuannya adalah untuk membuka pemikiran dunia yang selama ini cenderung memusuhi Islam tanpa dasar yang jelas tersebut. Banyak sekali kesaksian dan pernyataan yang bisa dipertanggung jawabkan untuk menangkal perang pemikiran tersebut dalam konferensi ini.

Tragedi akal-akalan AS untuk serang Islam

    Aktivis perdamaian dan juga politisi Amerika, Cynthia Ann McKinney mengatakan tragedi penyerangan World Trade Center (WTC) merupakan akal-akalan Amerika untuk menyerang Islam.

      “Para pelaku sebenarnya sengaja menutupi hal ini dengan membatasi investigasi yang transparan  karena tak ingin kebenaran yang sebenarnya muncul ke publik”.  McKinney juga tidak pernah mempercayai kalau pelaku penyerangan itu adalah orang Islam.

     McKinney juga menyebutkan FBI (Biro Penyelidik Federal AS), membuat wajah Osama bin Laden dari wajah salah satu anggota parlemen Spanyol yang kemudian disebarkan ke publik untuk mencari kambing hitam pelaku penyerangan WTC.

     Dalam hal ini, pernyataan McKinney dikuatkan oleh perwakilan dari Kanada, James Corbett Corbett yang menegaskan tragedi WTC 9/11 merupakan sebuah episode konspirasi Barat terhadap dunia Islam dengan kambing hitamnya Osama bin Laden.

     Corbett merupakan seorang wartawan dan produser film yang telah membuat video You Tube tentang “A Conspiracy Theory” tentang 9/11 yang telah di buka oleh sekitar 1.5 juta kali klik.

    Tragedi WTC merupakan peristiwa besar yang menghentak dunia pada akhir tahun 2001 lalu. Gedung World Trade Center ditabrak oleh pesawat yang telah dibajak.

    Dari peristiwa itu, sedikitnya ada 4000 orang meninggal dunia. Hingga saat ini, belum pernah terkuak dengan pasti siapa dalang dibalik tragedi yang tiap tahun diperingati di suatu kawasan di New York yang saat ini disebut “Ground Zero” yang merupakan daerah bekas dimana gedung itu pernah berdiri kokoh.

    Tragedi ini sampai sekarang belum ada titik terang tentang pelaku sebenarnya, meski beberapa waktu lalu Amerika telah mengklaim membunuh Osama bin Laden dalam sebuah serangan besar dan mengubur jenazahnya ke laut. Namun banyak pihak yang meragukannya.

Konflik Israel Dan Palestina Yang Tidak Berkesudahan

    Konflik Israel dan Palestina merupakan konflik yang seakan terus berlangsung sejak masa pendudukan Israel dimulai pada 1917 oleh     Inggris yang saat itu diwakili oleh Menteri Luar Negeri Inggris, James Arthur Balfour

    Balfour membuat deklarasi yang menyatakan bahwa Inggris menyerahkan tanah Palestina kepada bangsa Yahudi dan “memulangkan” mereka yang terpencar ke seluruh penjuru dunia untuk mendiami tanah Palestina yang membuat penduduk asli Palestina kemudian menjadi korban dalam pendudukan paksa bangsa Yahudi.

      Bangsa Palestina kemudian banyak yang  terusir dari tanahnya sendiri. Tragedi Nakbah menjadi yang terparah sepanjang sejarah pendudukan Israel atas Palestina. Sebanyak 700.000 warga Palestina harus mengungsi untuk menyelamatkan diri. Mereka terlantar di berbagai negara tetangga dan tidak mempunyai tempat tujuan yang pasti untuk tinggal.

     Hingga sekarang, konflik Israel dan Palestina terus berlanjut dengan banyaknya korban berjatuhan dari pihak Palestina karena pasokan senjata tak terbatas Israel dari sekutunya, Amerika. Amerika menjadikan Israel sekutu untuk menguasai Timur Tengah.

     Namun sekarang, Israel telah kehilangan simpati dunia dengan banyaknya kecaman dari semua penjuru dunia, tidak terkecuali Eropa dan Amerika sendiri.

     Meski saat ini Israel banyak menggunakan dalih mereka membalas serangan pejuang Gaza, tapi itu tidak bisa meraih simpati dunia. Banyak protes mengalir dari negara-negara maju di Eropa dan Amerika.

     Hingga akhirnya mereka meminta gencatan senjata yang sangat memalukan karena mereka telah menggempur Gaza dengan kekuatan penuh tapi tak bisa membidik sasaran yang mereka tuju, para pemimpin Hamas.

     Korban berjatuhan kebanyakan wanita dan anak-anak yang memunculkan amarah dunia karena mereka menyerang secara membabi buta.

    Hak wanita dan anak-anak dalam perang dilindungi dalam Konvensi Jenewa tahun 1949 mengenai Perlindungan Warga Sipil ketika Perang.

     Mereka (kaum Zionist) melanggar konvensi tersebut yang membuat dunia marah karena mereka telah melakukan kejahatan perang namun tak bisa menyelesaikan permasalahan yang mereka anggap berasal dari Hamas.

Anak-Anak Yang Menjadi Korban Perang

     Perang Afghanistan dan penindasan serta pembunuhan yang dilakukan kaum Zionist seperti pada tragedi Nakbah, tragedi Shabra dan Shatilla, Operasi Cast Lead serta Operasi Pillar of Cloud  yang baru saja terjadi mengakibatkan banyaknya korban berjatuhan dari wanita dan anak-anak Palestina. Anak-anak yang tidak mampu melawan tersebut menjadi korban kebengisan tentara yang menyerang secara membabi buta.

     Dalam perang, anak-anak dilindungi dalam konvensi Jenewa pada tahun 1949 mengenai perlindungan warga sipil. Namun tentara perang yang menyerang negara-negara yang mereka anggap bersalah, tidak pernah dapat menghindari jatuhnya korban dari kelompok anak-anak.

     Mereka yang menyerang secara membabi buta, telah kehilangan panutan. Konvensi Jenewa pun seolah sudah tak berlaku lagi. Banyak pihak mengutuk keras serangan-serangan ini. Namun seperti biasa, Israel dan sekutunya tidak pernah menghiraukan semua ini.

     Francis A. Boyle, seorang profesor hukum internasional dari universitas Illinois, Amerika menyerukan kepada semua lapisan masyarakat dunia untuk tidak menutup mata dengan banyaknya anak-anak yang menjadi korban perang seperti di Afghanistan, Pakistan, Iraq, Libya, Somalia, Yaman,  Palestina dan banyak negara lainnya. Menurutnya, jika mereka selamat, maka dunia pun akan selamat.

      Bahkan isteri mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, Siti Hasmah pun merancang sebuah piagam yang menyeru bahwa perang bukanlah jalan terbaik atau satu-satunya jalan untuk menyelesaikan konflik.

     Dalam perang, kebanyakan masalah tidak bisa selesai dengan baik, justru menambah banyak permasalahan yang di antaranya banyak berjatuhan korban dari anak-anak tak berdosa yang tidak bisa melawan.

    Selain korban meninggal, perang juga menyisakan penderitaan yang cukup dalam. Sebuah penelitian menyebutkan, kelainan cacat pasca perang meningkat drastis terhadap anak-anak.

Degradasi Kesehatan Reproduksi

     Pakar genetika asal Italia Paola Manduca, pada tahun 2011 melakukan proyek penelitian berkaitan dengan dampak senjata terhadap kesehatan reproduksi yang timbul dari serangan di Gaza, terutama untuk anak-anak. Dia juga secara pribadi menghabiskan waktu lebih dari satu tahun di Gaza untuk melakukan penelitian.

     Profesor yang pernah mengabdi di University of Genoa, Italia itu mengatakan, “hasil penelitian kami menunjukkan adanya degradasi kesehatan reproduksi dan peningkatan cacat lahir”.

     Paola melanjutkan, “Studi kami menemukan angka cacat lahir pada anak-anak usia 0 sampai dua tahun yang ada di lima rumah sakit anak-anak di Gaza menunjukkan bahwa ada frekuensi 1,8 kali lipat lebih tinggi dari cacat lahir pada enam bulan pertama tahun 2010 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2006”.

     Dia menambahkan, “Studi kami telah menyajikan bukti peningkatan cacat lahir di Gaza setelah serangan tahun 2006 dan terus meningkat hingga 2011”.

    Dia menyimpulkan bahwa ada efek jangka panjang terhadap kesehatan reproduksi terkait dengan kontaminasi logam dari polusi akibat penggunaan amunisi senjata dan bom selama perang dan oleh sisa-sisa perang.

     Sekarang kita ketahui bersama, perang bukanlah jalan terbaik menyelesaikan konflik. Selain berdampak pada sektor ekonomi, dampak perang juga bisa merambat ke sektor-sektor lain yang akan sangat sulit untuk direhabilitasi dalam waktu dekat.

   Semua yang hadir dalam konfrensi ini sepakat mengimbau dunia agar menghentikan perang untuk menyelamatkan generasi kita dari kepunahan.

     Serangan terhadap wanita dan anak-anak sangat dikutuk keras oleh para peserta konferensi karena selain telah dilindungi oleh undang-undang, mereka adalah tumpuan kita di masa depan. (R-007/R-005/R-006)

Leave a Reply