Perempuan Indonesia Buktikan Prestasi di Segala Bidang

2012-11-27, 19:20:46 

   Jakarta, 13 Muharram 1434/27 November 2012. (MINA) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA), Linda Amalia Sari mengatakan, perempuan Indonesia mampu membuktikan prestasi di segala bidang meskipun masih hidup dalam budaya patriarki (dominasi laki-laki).  
    “Kita lihat banyak perempuan Indonesia telah berprestasi dalam semua bidang akademis. Tapi ketika masuk ke dalam dunia informal, perempuan banyak yang berhenti dan tidak melanjutkan prestasinya. Hal ini terjadi karena kita masih ada dalam budaya patriarki,” ujar Linda kepada wartawan pada pengarahan persiapan Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-4 Negara-Negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) tentang Peran Wanita dalam Pembangunan “The Fourth OIC Ministerial Conference on The Role of Women in Development” di Jakarta, Selasa (27/11).

   Linda menyatakan, keberadaan perempuan akan didiskusikan pada konferensi nanti yang bertema “Memperkuat Partisipasi dan Peran Wanita Dalam Peningkatan Ekonomi di Negara Anggota OKI”.
   Dari 56 negara anggota OKI yang akan hadir, sebanyak 28 Negara sudah konfirmasi untuk hadir dalam konferensi ini, yaitu Afganistan, Azerbaijan, Bahrain, Brunei Darussalam, Djibouti, Gabon, Gambla, Irak, Iran, Jordania, Kazakhtan, Kamerun, Kirgistan, Kuwait, Malaysia, Mali, Maroko, Mesir, Nigeria, Oman, Palestina, Somalia, Suriname, Tunisia, Turki, dan Uni Emirat Arab.
   Pada konferensi ini akan dibahas mengenai perkembangan peran perempuan dalam perekonomian di negara-negara anggota. Konferensi ini merupakan konferensi keempat yang diadakan oleh negara-negara anggota OKI. Sebelumnya, konferensi pertama dilaksanakan di Istambul pada November 2006, yang kedua di Kairo November pada 2008, dan ketiga di Iran Desember 2010.
   Konferensi ini akan membahas peran perempuan dalam berbagai sektor perekonomian di negara masing-masing, terutama usaha mikro, karena kebanyakan anggota OKI merupakan negara berkembang. Jadi mayoritas perempuannya memiliki usaha mikro dan rumahan. Sehingga pada akhir konferensi ini akan menghasilkan Deklarasi Jakarta yang isinya diharapkan mampu diaplikasikan untuk kepentingan perempuan di negara-negara OKI.
   Rencananya konferensi ini akan dibuka langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 4 Desember di Istana Negara. Selain itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) Linda Amalia Sari, Sekjen OKI Ekmeleddin Ihsanoglu, dan Executive Director UN-Women Michelle Bachelet akan turut menyampaikan sambutannya pada acara tersebut.
   Menteri PP-PA RI akan bertindak selaku Pemimpin Sidang dan akan dibantu oleh sejumlah wakil yang berasal dari kawasan Asia, Afrika dan Timur-Tengah. Delegasi Indonesia pada persidangan ini akan dipimpin oleh Sekretaris Kementerian PP-PA Sri Danti dan beranggotakan wakil-wakil dari Kementerian dan Lembaga terkait.
   Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang semula bernama Organisasi Konferensi Islam ini dibentuk berdasarkan keputusan pertemuan tingkat tinggi yang diadakan di Rabat, Maroko, pada tanggal 25 September 1967 sebagai hasil munculnya aksi yang terjadi di Masjid Al-Aqsha Palestina.
   OKI merupakan satu-satunya organisasi antar pemerintah yang mewakili umat Islam dunia. Organisasi ini beranggotakan 57 negara termasuk Indonesia, yang mencakup tiga kawasan yaitu Asia, Arab dan Afrika. OKI telah memainkan peran penting dalam menyuarakan kepentingan bersama masyarakat islam di dunia dengan semangat memajukan perdamaian dan keselarasan di antara warga dunia.
   Kerangka dialog dalam OKI juga memberikan perhatian pada isu-isu global yang menjadi kepentingan masyarakat internasional saat ini, termasuk isu perempuan. (T/R-009/R-010/R-022/R-005).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply