PM Inggris kunjungi Timteng jual pesawat tempur

LONDON, 21 Dzulhijjah 1433 / 6 Nopember 2012 (PressTV/MINA) – Perdana Menteri Inggris David Cameron memulai sebuah perjalanan tak biasa mengunjungi kawasan Timur Tengah untuk promosi penjualan pesawat tempur guna mengatasi krisis keuangan di Inggris.

Cameron mempromosikan untuk meningkatkan penjualan 100 pesawat jet tempur Typhoon ke beberapa negara di Timur Tengah yang sedang mengalami konflik.

Perjalanan Cameron memunculkan pertanyaan serius mengenai komitmen pemerintah negeri Ratu Elizabeth tersebut dalam mendukung perdamaian di daerah yang tengah berjuang dan melakukan revolusi itu. Sebab penjualan pesawat tempur Inggris ke wilayah tersebut dikhawatrikan mengganggu kestabilan wilayah itu.

Ketua Green, Caroline Lucas mengatakan bahwa meskipun ekonomi Inggris membutuhkan dorongan dana segar, bukan berarti PM Inggris harus menanggulanginya dari jual pesawat tersebut.

“Inggris mencoreng namanya sendiri dengan memasok senjata serta perlengkapan perang ke beberapa negeri Timteng seperti Arab Saudi, Bahrain dan Libya. Inggris tidak bisa disebut sebagai negara pendukung perdamaian dan demokrasi selama perdana menterinya masih ’berjualan’ senjata”.

“Ini saatnya meninjau kembali peran kita dalam perdagangan senjata internasional. Ekonomi kita mungkin memang membutuhkan dana segar, tapi kita sama sekali tidak membutuhkan cara tersebut,” tambahnya.

Henry Mc Laughin, dari Kelompok Penentang Perdagangan Senjata, menambahkan “Perdana menteri mengklaim bahwa dirinya ingin mendukung demokrasi di Timur Tengah, tapi pada waktu yang sama, dia juga memasok senjata”.

“Mereka tidak hanya menjualnya, bahkan juga mempromosikannya,” timpalnya.

Inggris dan negara-negara Barat lainnya, seperti AS percaya bahwa mereka adalah pihak yang paling berhak mengelola kekayaan minyak di kawasan Timur Tengah. Sehingga mereka menempatkan Zionis Israel untuk mengawasi kawasan tersebut. (J-001).

Leave a Reply