Said Aqil Siradj: Palestina bersatu hadapi Israel

2012-11-26, 16:28:49

   Brebes, 12 Muharram 1434/26 November 2012. (MINA) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj mengajak seluruh kekuatan Palestina bersatu melawan kezaliman Zionis Israel.
   KH Said mengatakan usai Pengajian Akbar Menyambut Tahu  Baru Islam 1434 di Masjid Agung Baiturrahim Bumiayu, Brebes, Ahad (25/11).
  

Menurutnya, jika masih ada perpecahan dalam perjuangan Palestina, sulit rasanya untuk mencapai kemerdekaan,” kata Said kepada Mi’raj News Agency (MINA).
   Pemimpin ormas Islam terbesar di Indonesia ini juga mengutuk kebiadaban Zionis Israel terhadap rakyat Palestina selama ini. Tindakan Israel menjajah Palestina tidak bisa ditolerir, selain melanggar HAM juga sangat bertentangan dengan rasa kemanusian.
   “Tidak ada alasan untuk mentolerir tindakan Israel di Palestina,” tegas Said.
   Pihaknya juga pernah melakukan protes ke Keduataan Besar Amerika di Jakarta, karena selama ini Amerika menerapkan standar ganda, tambahnya.
   Selain itu, Said menghimbau umat Islam di Indonesia untuk bersama-sama membantu rakyat Palestina. Bantuan dapat dalam bentuk apa saja, baik materi maupun doa.
   “Kita harus bantu Palestina, setidaknya dengan mendoakan mereka,” tandasnya.
Sejak tahun 1967 Zionis Israel menduduki dan menjajah Palestina. Zionis Israel telah banyak melakukan kejahatan terhadap rakyat Palestina, mengusir, memenjarakan bahkan membunuhnya dengan semena-mena. Termasuk menguasai tempat Masjid Al Aqsa dan melakukan penggalian di sekitarnya yang mengancam keselamatan tempat suci bagi umat muslim ini.
   Terakhir, dua pekan lalu tentara Zionis Israel membombardir Gaza, satu wilayah Palestina yang sampai saat ini belum bisa dikuasai oleh Israel. Selama delapan hari serangan Israel di Jalur Gaza, Israel telah membunuh 164 warga Palestina dan melukai sekitar 1.300 warga. 
   Palestina dan Israel mencapai kesepakatan gencatan senjata pada hari Rabu (21/11) yang dimediasi oleh Mesir.

Peran Ulama
   Ketua Umum PBNU, KH Said Agil Siradj mengingatkan para ulama untuk semakin menekuni kejian ilmu-ilmu keislaman dan pembinaan umat.
   KH Said menambahkan, ajaran Islam itu multidimensi, bukan hanya masalah akidah, tapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan. Ajaran Islam itu membangun umat menjadi cerdas dan berpengetahuan.
   “Maka para ulama juga harus memahami semua lapisan masyarakat dan ilmunya luas,” tegas Aqil Siradj.
Para ulama juga diminta untuk bisa mewarnai lingkungan dengan melayani semua lapisan umat. Mulai dari lingkungan masjid kalangan sendiri hingga menembus di semua kelompok masyarakat termasuk perkantoran, kepolisian, tentara, dan pemerintahan.
   Pengajian tahunan dalam rangka Tahun Baru Islam 1434 Hijriyah di Masjid Agung Baiturrohim Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah itu dihadiri oleh ribuan ummat Islam. (B-001/R-005)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply