Tentara Zionis Israel menendang bayi umur satu tahun di atas kapal Mavi Marmara

Laporan langsung dari Pengadilan Istambul, Turki. (Hari ke-2). *

Istambul – 23 Dzulhijjah 1433 / 8 November 2012 (MINA) – Pengadilan Istambul Turki dalam persidangan sesi hari kedua kesaksian terhadap penyerangan tentara Zionis Israel terhadap relawan Freedom Flotilla di atas kapal Mavi Marmara 31 May 2010, kembali digelar di Istambul, Turki, 7 November 2012.

Dalam persidangan pengadilan tanpa kehadiran terdakwa (in absentia) tersebut, hadir sebagai saksi Jasemine Redzepi dari Macedonia, menjabarkan kejadian yang ia alami di atas kapal Mavi Marmara.
    
Jasemine, saat itu ikut di atas kapal Mavi Marmara bersama isteri dan anaknya yang masih bayi berusia satu tahun. Ketika penyerangan terjadi, seorang tentara Zionis Israel menendang bayinya. Serentak beberapa relawan lain bangun dari duduk mereka untuk melindungi bayi itu.

“Beberapa tentara Israel serta-merta mengangkat dan menodongkan senjata mereka,” ujarnya.

Akhirnya, tentara yang menendang sang bayi meminta maaf karena telah menendang bayi itu, dan meminta kawan-kawannya untuk menurunkan senjata mereka.

Saksi lain, Paveen Yaqub dari Inggris menceritakan keterlibatannya dalam membantu Ugur Suleyman, salah satu korban Mavi Marmara yang hingga saat ini masih dalam keadaan koma.

Paveen mengatakan, tentara Israel Defence Forces (IDF) tidak bersedia memberikan bantuan medis pada Ugur Suleyman. Malah memerintahkan Paveen menolongnya seorang diri.

Assistant Professor Conflict Studies di University of Amsterdam DR Ann de Jong, yang berlayar di atas kapal Challenger 2 menceritakan tentang penyerangan yang ia alami di atas kapalnya. Ia mendapat enam luka tembak dari peluru karet.

Ann menceritakan, tentara Israel menutup kepalanya dengan sebuah kantong hitam dan mengikat kantong itu di lehernya. Ann sudah mengatakan, bahwa ia memiliki penyakit asma, sehingga tidak dapat bernafas jika ditutup kepalanya dengan kantong hitam. Tetapi tidak dihiraukan.

“Saya sempat diinjak tentara Zionis Israel, satu kaki di atas kepala saya, dan satu kaki di punggung saya,” papar Ann.

Sementara itu, hasil tes darah relawan Indonesia yang ikut di atas kapal Mavi Marmara yaitu Surya Fachrizal serta kesaksian dr Arif Rachman relawan Medical Emergency Rescue Committee, juga disampaikan ke hadapan hakm sebagai barang bukti.

Sidang dilanjutkan  9 November mendatang dengan menghadirkan saksi-saksi lainnya. (R-001).

*Tim Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C) melaporkan untuk Kantor Berita MINA.

Leave a Reply