TURKI SIAP KAWAL PERSIDANGAN TRAGEDI MAVI MARMARA

Laporan langsung dari Pengadilan Istambul, Turki *

ISTAMBUL, 25 Dzul Hijjah 1433 / 10 Nopember 2012 (MINA) – Sidang terakhir dari sesi pertama terhadap 4 jenderal perang Israel telah dilaksanakan secara in absentia pada Jum’at kemarin. Dalam persidangan itu, Av Gulden Sonmez dari İnsan Hak ve Hürriyetleri ve İnsani Yardım Vakfı (IHH) dalam persidangan terakhir mengungkapkan bahwa ada seribu pengacara asal Turki yang telah menyatakan kesediaannya untuk secara sukarela mengawal kasus ini sampai selesai. Gulden lebih jauh menjelaskan bahwa setelah ini, setiap satu penggugat dari Turki akan dikawal oleh satu orang pengacara, dan setiap penggugat dari luar Turki akan disertai oleh dua orang pengacara.

Pada hari tersebut, juga dihadirkan kesaksian para relawan Freedom Flotilla yang berlayar di atas kapal Mavi Marmara, serta kesaksian para keluarga korban yang gugur menjadi syahid pada penyerangan dini hari tersebut.

Refika Yildirim, istri dari Necdet Yildirim, mengatakan bahwa hingga saat ini anaknya yang masih berusia di bawah sepuluh tahun mengalami dampak psikologis hebat, dan gadis kecil ini senantiasa meletakkan satu buah batu yang berasal dari kubur ayahnya di sebelah bantalnya setiap kali ia akan tidur. Saat Refika memberikan kesaksiannya, hampir seluruh yang hadir di persidangan tersebut, termasuk para pengacara, terlihat tak kuasa untuk menitikkan air mata. Bahkan, ibunda dari fachri Yildiz, syahid Mavi Marmara, mendadak menangis secara histeris dan harus dipapah keluar dari persidangan yang suasananya sempat kacau selama beberapa saat.

Setelah para saksi selesai memberikan kesaksiannya, seluruh yang hadir di ruang sidang diminta untuk keluar ruangan, termasuk para pengacara, agar para hakim dapat memberikan keputusan. 30 menit kemudian, para pengacara dipanggil masuk, dan setelah mereka kembali keluar dari ruang sidang mereka segera memberikan pernyataan dalam konferensi pers yang dilaksanakan di pelataran penngadilan. Para hakim memutuskan bahwa sidang ditunda sampai tanggal 21 Februari 2013, di mana di sesi kedua nanti penggugat dan tergugat akan berusaha dihadirkan di pengadilan.

Av Buhari Cetinkaya menjelaskan bahwa pada sesi kedua nanti, para saksi yang belum sempat hadir di sesi pertama masih dapat hadir untuk memberikan kesaksiannya.(J-001)

*Tim Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C) melaporkan untuk Kantor Berita MINA.

Leave a Reply