UNRWA: RAIH PELUANG SETELAH GENCATAN SENJATA GAZA

 

     JERUSALEM, 13 Muharram1434/27 November 2012 (MINA) – Komisaris Umum United Nations Relief and Works Agency (UNRWA) Filippo Grandi, Senin menyerukan kepada masyarakat internasional dan pihak-pihak yang berkaitan dengan konflik Palestina-Israel untuk “meraih kesempatan” dari kondisi gencatan senjata Gaza Rabu (21/11).

     Dia menggambarkan serangan Israel dengan sandi “Operation Pillar of Cloud” ke Gaza sebagai “eskalasi tragis” dan mendesak semua pihak untuk “mengatasi masalah sebenarnya yang mendasari krisis di Gaza,” demikian menurut kantor berita Palestina, WAFA.

    Grandi mengatakan kepada Komisi Penasihat UNRWA, “blokade ilegal Israel (di Gaza) harus dihapuskan dalam segala aspeknya, termasuk penyeberangan, zona perikanan, impor, ekspor — dengan jaminan yang tepat diberikan kepada dan oleh semua pihak dalam hal menghargai keamanan semua warga sipil.”

    Grandi mengakui untuk mengatasi akar masalahnya ‘pekerjaan politik yang rumit harus dilakukan, termasuk mempromosikan dan mendukung persatuan Palestina. Tapi jika sekarang tidak dilakukan, konsekuensinya akan mengerikan. Bahaya terbesar adalah kembali ke status quo dan kembalinya kondisi seperti penjara di Gaza. Jika ini terjadi,   tunggu waktu saja sampai kekerasan berlanjut kembali. “

    Dia menambahkan bahwa krisis di Gaza merupakan konflik Israel-Palestina yang belum terselesaikan dalam arti lebih luas, dengan semua elemen-elemennya, termasuk situasi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

     Grandi juga menjelaskan kepada para anggota Komisi Penasehat tentang krisis di Suriah, di mana ia mengatakan “kekhawatiran tentang kesejahteraan setengah juta pengungsi Palestina telah bertambah karena mereka semakin terpengaruh oleh konflik itu.”

     Dia mengatakan bahwa sebagian besar warga Palestina di Suriah “menjaga perisai kenetralan, menyadari bahwa perlindungan mereka bergantung pada sikap itu.”

    Grandi memperingatkan “kita mengamati adanya upaya eksplisit untuk menarik mereka ke dalam konflik tersebut. Oleh karena itu, tidak sulit untuk membayangkan bahwa mereka menjadi target serangan di tengah-tengah situasi di mana pembunuhan dan penculikan warga sipil, penghancuran rumah mereka, dan ketakutan yang meluas telah menjadi begitu biasa sehingga tidak lagi menjadi berita utama di Koran Koran.”

    Grandi mengatakan strategi UNRWA di Suriah, seperti di Gaza adalah untuk berada di sana, mempertahankan layanan dan mengatasi kebutuhan darurat yang terus berkembang semaksimal mungkin. 

    Grandi menambahkan UNRWA memiliki kemampuan operasional yang sudah terbukti, melalui kapasitas staf dan infrastrukturnya yang ada serta akan terus membangun ketahanan Palestina dengan terus melanjutkan palayanan pendidikan, kesehatan dan pertolongan guna memenuhi kebutuhan darurat untuk makanan, persediaan, terutama selama musim dingin, dan membantu perbaikan penampungan.”

    UNRWA merupakan sebuah badan pembangunan bantuan dan manusia, memberikan pendidikan, kesehatan, layanan sosial dan bantuan darurat kepada empat ratus ribu pengungsi Palestina yang tinggal di YordaniaLebanon dan Syria, juga di Tepi Barat danJalur Gaza, serta merupakan satu-satunya badan yang ditujukan untuk membantu pengungsi dari satu daerah atau konflik tertentu. (T/R-010/R-006)

Leave a Reply