ABBAS ANCAM AKAN BAWA ISRAEL KE PENGADILAN INTERNASIONAL

       Ramallah, 28 Muharram 1434/ 12 Desember 2012 (MINA/Ma’an) -Presiden Mahmud Abbas  Selasa (11/12)  mengancam Palestina akan mengadukan Israel ke Pengadilan Kriminal Internasional (International Criminal Court/ICC) jika masih melanjutkan pembangunan pemukiman ilegal di daerah E1 yang merupakan wilayah Tepi Barat, Palestina.

      Berbicara di konferensi pers di Ankara, Abbas mengatakan “pengumuman Israel akan membangun pemukiman di atas tanah negara Palestina merupakan tindakan agresif dan merupakan garis merah yang tidak diperbolehkan.

      “Itu merupakan pelanggaran konvensi internasional, yang disebut Konvensi Jenewa Ke-4,” ungkap Abbas.

      Menurut Kantor Berita resmi Palestina Wafa, Abbas mengungkapkan pemerintah Israel harus memutuskan untuk melanjutkan pembangunan atau mencapai perdamaian yang akan menciptakan keamanan dan stabilitas di wilayah tersebut.

      “Dari Turki kita mengulurkan tangan untuk perdamaian dan kita siap untuk menggapai perdamaian ini dengan serius,” kata Abbas seperti dikutip Wafa.

      “Jika Israel memilih damai, mereka akan menemukan kita siap (untuk berdamai), tapi jika memilih pemukiman tersebut, khususnya di area E1, kita akan bereaksi secara berbeda,” kata Abbas.

Israelkeras kepala

      Sementara itu, Israel menyebut Palestina hanya tertarik pada perumusan pembicaraan prasyarat.

     “Tampaknya pihak Palestina tertarik untuk mengajukan prasyarat lebih. Kami menolak hal ini dan hanya ingin melakukan negosiasi tanpa syarat,” kata Ofir Gendelman, juru bicara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

     Sebelumnya, Nimr Ahmad, penasihat politik Abbas, menegaskan bahwa posisi negosiasi ini tidak bisa dilanjutkan tanpa penghentian pembangunan pemukiman.

     Gendelman mengatakan, pembangunan pemukiman bukanlah halangan untuk melakukan negosiasi dan dunia internasional seharusnya fokus untuk memaksa Palestina kembali bernegosiasi.

     Dia juga mengatakan kutukan negara-negara Eropa terhadap rencana pembangunan tersebut telah membuat Palestina berani menolak negosiasi setelah Uni Eropa mengatakan “sangat kecewa” terhadap rencana tersebut.

      “Israel tidak butuh tekanan internasional untuk melakukan negosiasi,tapi kita harus menekan pihak Palestina,” ungkapnya.

Abbas : Turki Mendukung Penuh Peningkatan Status Palestina

      Dalam komentarnya di Ankara, Abbas sangat percaya bahwa Turki akan mendukung sepenuhnya usaha Palestina mendapatkan pengakuan kembali sebagai sebuah negara utuh.

     “Kita akan melanjutkan konsultasi dengan beberapa rekan kita untuk mencapai hal positif dan dengan penuh tanggung jawab mengenai langkah ke depan,” kata Abbas.

     “Prioritas utama kita sekarang adalah untuk mewujudkan kebebasan dan kemerdekaan rakyat kita untuk mengakhiri penderitaan selama 65 tahun,” ungkapnya.(T/R007/R-006).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply