ABBAS ANCAM BAWA ISRAEL KE PENGADILAN INTERNASIONAL

      Ankara, 27 Muharram 1434/ 12 Desember 2012 (Ma’an/MINA) – Presiden Mahmud Abbas mengancam, Palestina akan membawa Israel ke Pengadilan Kriminal Internasional (International Criminal Court/ICC) jika masih melanjutkan pembangunan pemukiman ilegal di daerah E1 yang merupakan wilayah Tepi Barat, Palestina, katanya, Selasa (11/12).

     Berbicara pada konferensi pers di Ankara, Turki, dalam kunjungannya bertemu Presiden Turki Abdullah Gul, Abbas mengatakan, pengumuman Israel akan membangun pemukiman di atas tanah negara Palestina merupakan tindakan agresif dan pelanggaran.

     “Itu merupakan pelanggaran Konvensi Internasional Jenewa Keempat,” ungkap Abbas.
     Menurut Kantor Berita Palestina WAFA, Abbas mengungkapkan, pemerintah Israel harus membatalkan pembangunan atau mencapai perdamaian yang akan menciptakan keamanan dan stabilitas di wilayah tersebut.
     “Dari Turki kita mengulurkan tangan untuk perdamaian dan kita siap untuk menggapai perdamaian ini dengan serius,” kata Abbas.
Jika Israel memilih damai, kita pun siap, tetapi jika mereka memilih melanjutkan pembangunan pemukiman tersebut, kita pun akan bereaksi,” tegas Abbas.

Negoisasi Bersyarat

     Ofir Gendelman, juru bicara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, pihak Palestina kemungkinan tertarik untuk mengajukan negoisasi bersyarat. Sementara kami menolak hal ini, dan hanya ingin melakukan negosiasi tanpa syarat.
     Gendelman mengatakan, pembangunan pemukiman bukanlah halangan untuk melakukan negosiasi dan dunia internasional seharusnya fokus untuk memaksa Palestina kembali bernegosiasi.
     Dia juga mengatakan, tekanan negara-negara Eropa terhadap rencana pembangunan tersebut telah membuat Palestina berani menolak negosiasi yang diajukan Israel.
     “Israel tidak butuh tekanan internasional untuk melakukan negosiasi, justru kita harus menekan pihak Palestina,” ungkapnya.
Sementara Nimr Ahmad, penasihat politik Abbas, menegaskan, negosiasi tidak dapat dilanjutkan tanpa penghentian pembangunan pemukiman.

Dukungan Turki
     Presiden Abbas mengatakan, Turki mendukung sepenuhnya usaha Palestina mendapatkan pengakuan kembali sebagai sebuah negara utuh.
     “Kita akan melanjutkan konsultasi dengan beberapa rekan kita untuk mencapai prioritas utama yaitu mewujudkan kebebasan dan kemerdekaan rakyat Palestina, mengakhiri penderitaan selama 65 tahun,” ungkapnya. (T.R07/R05).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply