ABBAS: PBB AKUI TITIK BALIK PERJUANGAN MELAWAN PENDUDUKAN

     Ramallah, 10  Shafar 1434/23 Desember 2012 (Ma’an/MINA) – Pengakuan Palestina sebagai negara peninjau non-anggota di Majelis Umum PBB merupakan prestasi bersejarah bagi rakyat Palestina, kata Presiden Mahmoud Abbas,  Sabtu.

 

     Abbas menyebutnya sebagai titik balik utama dalam perjuangan melawan pendudukan Zionis Israel atas tanah Palestina karena telah menjadi “milik negara di bawah pendudukan,” mencabut klaim Israel bahwa itu adalah lahan yang diperebutkan.

       Pernyataan Abbas datang saat ia meresmikan sesi kelima dewan konsultatif partainya, Fatah. Sesi ini diberi panji “kenegaraan dan legitimasi internasional”.

 

      Presiden Palestina menambahkan, menurut Otoritas Palestina kepemimpinannya bersikeras pergi ke PBB meskipun tekanan internasional yang sangat besar. Motif utamanya adalah untuk melindungi hak-hak asasi nasional Palestina dan untuk menyelamatkan proses perdamaian dua negara untuk menggagalkan rencana Israel.

 

     “Kami pergi ke PBB didukung dengan didukung negara negara Arab dan kami memperoleh dukungan internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam mendukung kuat rakyat Palestina yang merupakan konfirmasi bahwa Palestina memiliki hak untuk menentukan nasibnya sendiri dan sebuah negara merdeka,” katanya.

 

      Abbas menegaskan kegiatan membangun pemukiman Israel di tanah Palestina adalah ilegal dan benar-benar ditolak. Mengenai proyek baru pemukiman Yahudi yang diumuman Israel di daerah E1, Abbas menambahkan, “adalah garis merah yang kami tidak akan membiarkannya dan untuk tujuan itu kami berkomunikasi dengan negara Negara sehabat di semua tingkatan.”

 

      Berkaitan dengan rekonsiliasi antar sesama Palestina, Abbas menegaskan bahwa pemilu akan menjadi jalan yang benar untuk mencapai rekonsiliasi. Dia mengingatkan bahwa Fatah dan Hamas telah sepakat dalam pertemuan di Doha dan Kairo untuk melaksanakan pemilu.

 

      “Dengan demikian, Hamas harus memungkinkan Komisi Pemilihan Pusat untuk melanjutkan operasinya di Jalur Gaza sehingga untuk menyelesaikan persiapan pemilihan presiden dan legislatif serta pemilihan Dewan Nasional Palestina.”

 

       Dalam pidatonya, Abbas juga membahas rumor tentang konfederasi antara Palestina dan Yordania, namun tanpa memberikan rincian. “Kami sekarang fokus pada pencapaian kemerdekaan penuh dan kedaulatan negara Palestina di wilayah pra-1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.” (T/R-012/R-008/R-006).

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply