ABBAS: PEMUKIMAN E1 TIDAK AKAN PERNAH TERWUJUD

      Ramallah, 11 Shafar 1434 H/24 Desember 2012 (WAFA/MINA) – Presiden Mahmoud Abbas menyatakan bahwa rencana Israel untuk membangun proyek pemukiman E1 di Jerusalem Timur sebagai garis merah dan tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
      Berbicara pada sesi pembukaan Dewan Penasihat Fatah, Abbas mengatakan, “Kami memegang kontak di semua tingkatan untuk menghentikan proyek Israel yang bertujuan untuk menyabotase proses perdamaian.”

      Dia menambahkan bahwa pemukiman, dalam segala bentuk apapun yang tidak sah dan ilegal tidak dapat diterima, harus dihapus untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan.
      “Seluruh dunia menentang pemukiman dan mengatakan mereka adalah ilegal,” katanya.
      “Resolusi internasional mengatakan pemukiman merupakan penghalang bagi perdamaian dan karena itu mereka harus dihentikan secara total di semua wilayah Palestina, khususnya di Jerusalem yang diduduki, dalam rangka untuk melanjutkan perundingan yang serius dan nyata pada semua masalah status akhir untuk mencapai perdamaian yang komprehensif dan adil,” tegasnya.
      Dia mengatakan bahwa kepemimpinan Palestina sedang mempertimbangkan semua opsi jika Israel tetap dalam kegiatan pembangunan pemukiman, memblokade, dan menahan uang rakyat Palestina.
      Abbas menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memaksa Israel untuk melepaskan uang Palestina dan membantu Palestina mengatasi krisis keuangan dan memenuhi kewajibannya terhadap rakyatnya.
      Dia juga menyerukan agar Hamas mengizinkan Komisi Pemilihan Pusat untuk melanjutkan pekerjaan di Jalur Gaza. Selain itu, Abbas menekankan bahwa pemilihan adalah gerbang nyata untuk rekonsiliasi.
      Bahkan dia membantah laporan tentang konfederasi antara Jordania dan Palestina, menekankan bahwa upaya tersebut fokus pada pembentukan negara Palestina berdaulat penuh pada perbatasan tahun 1967.(T/R-009/R-008).

Miraj News Agency (MINA)

Leave a Reply