MI’RAJ NEWS AGENCY RESMI BERDIRI

      Jakarta, 20 Muharram 1434/04 Desember 2012 (MINA) – Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dr. Joserizal Jurnalis, Sp.OT mengatakan, mendirikan sebuah kantor berita  merupakan cita-cita MER-C sejak lama. 

    “Setelah pembangunan Rumah Sakit Indonesia  (RSI) di Gaza selesai, Kantor Berita Mi’raj News Agency (MINA) menjadi sarana untuk perjuangan membebaskan Al-Quds  dan Palestina,” kata Joserizal, setelah penandatanganan akta pendirian Kantor Berita Mi’raj News Agency (MINA), Senin malam di kantor pusatnya, di Jakarta Pusat.

    Penulis buku “Jalan Jihad Sang Dokter” ini mengemukakan MER-C merupakan organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak dalam bidang pertolongan untuk kegawatdaruratan medis. Selain itu juga bergerak dibidang informasi yang membela kepentingan Islam.

       Dengan adanya Kantor Berita Mi’raj News Agency (MINA), maka misi MER-C menjadi lebih lengkap dengan dukungan media online yang dapat menyiarkan informasi tentang misinya ke seluruh dunia.

       MER-C yang merupakan organisasi berasaskan Islam dan berpegang pada prinsip rahmatan lil’aalamiin ini memiliki misi utama untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan pelayanan medis untuk korban perang, kekerasan akibat konflik, kerusuhan, kejadian luar biasa, dan bencana alam di dalam maupun di luar negeri.

      Selama ini, MER-C telah menjalankan misi kemanusiaannya ke berbagai daerah konflik dan perang, diantaranya ke Afghanisan, Irak, Iran, Palestina, Lebanon Selatan, Kashmir, Sudan, Filipina Selatan, Thailand Selatan dan lain-lain.

       Di Palestina, MER-C sedang membangun Rumah Sakit Indonesia (RSI) yang terletak di Bayt Lahiya, Jalur Gaza Utara. RSI-Gaza itu diharapkan sudah akan bisa melayani pasien pertama pada tahun 2014.

Gagasan pendirian kantor berita

     Sementara itu, salah seorang pimpinan Radio Silaturahim (RASIL) Ichsan Thalib juga mendukung  pernyataan  Joserizal tentang cita cita MER-C untuk mendirikan kantor berita.

            “Enam bulan lalu pengurus RASIL dan MER-C telah mendiskusikan untuk mendirikan kantor berita. Bahkan sudah sampai membahas hingga SWOT-nya (Strength, Weakness, Opportunities and Threat/Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman) dalam upaya pendirian kantor berita tersebut. Namun tidak sampai mendirikan kantor berita karena kami menilai investasinya terlalu besar,” kata Ichsan.

       Alhamdulillah, setelah dilaksanakannya Konferensi Internasional untuk Pembebasan Al-Quds dan Palestina di Hotel Savoy Homann Bandung, 14-15 Sya’ban 1433/04 -05 Juli 2012 dan sebagai tindak lanjutnya melalui pembicaraan Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah), Muhyiddin Hamidy, selaku mandataris konferensi, dengan ikhwan-ikhwan yang ada dalam konferensi itu memutuskan berdirinya Kantor Berita MINA.

       Hal tersebut juga disampaikan Imaam Hamidy kepada pengurus MER-C dan RASIL dan langsung mendapatkan dukungan penuh hingga terlaksananya pendirian kantor berita dengan misi utamanya mendukung upaya pembabasan Al Quds dan kemerdekaan Palestina dari cengkraman kaum Zionis Yahudi dan menyuarakan informasi dunia Islam serta mengubah opini dunia tentang pembebasan Al-Quds dan Palestina itu.

       MINA sudah beroperasi selama satu bulan lebih sejak peluncuran awal (soft launching), 10 Dzulhijjah 1433/26 Oktober 2012, tapi pendirian resminya baru dilaksanakan pada 19 Muharram 1434/03 Desember 2012 dengan ditandatanganinya akta pendirian Kantor Berita Mi’raj News Agency (MINA).

       Akta pendirian itu ditandatangani antara lain oleh H. Muhyiddin Hamidy (Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah), dr. Joserizal Jurnalis, Sp.OT (Presidium MER-C), Ir. Faried Thalib (Pendiri dan Pemimpin RASIL) dan Agus Sudarmaji, Msi. (Ketua Aqsa Working Group), bertempat di Kantor Pusat MINA di Jakarta.

       Rencananya peluncuran resmi (grand launching) akan dilaksanakan pada 28 Muharram 1434/12 Desember 2012 yang di sambung dengan acara seminar dengan tema “Peranan Media dalam Pembebasan Al-Quds dan Palestina.”

       Diharapkan acara peluncuran resmi itu dihadiri oleh para pejabat tinggi Pemerintah RI, tokoh-tokoh Islam dan nasional, anggota parlemen, duta-besar, da’i, pemikir, pengusaha, organisasi masyarakat, lembaga Islam, LSM kemanusian dan komponen masyarakat lainnya. (L/R-022/R-006)

Rate this article!

Leave a Reply