AM FAHIR: MENDUKUNG PERJUANGAN PALESTINA MERUPAKAN ISU DALAM NEGERI INDONESIA

      Jakarta, 6 Shafar 1434/19 Desember 2012 (MINA) -Merujuk kepada amanah konstitusi, maka kegiatan mendukung kemerdekaan bangsa Palestina merupakan isu dalam negeri Indonesia, kata Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, AM. Fachir pada acara seminar “Peran Media dalam Mendukung Perjuangan Palestina” di Aula Buya Hamka Mesjid Al-Azhar Jakarta, Selasa.

 

 

      Paragrap pertama pembukaan UUD 1945 menyatakan: “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”  “Ini dasar kita untuk mendukung penuh perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina,” tegasnya Fachir.

 

      Fachir menambahkan, upaya menciptakan ketertiban dunia juga menjadi dasar untuk menyatakan masalah perjuangan kemerdekan bangsa Palestina menjadi masalah juga bagi bangsa Indonesia.

 

     “Untuk menciptakan ketertiban dunia, dasar awalnya adalah dengan merdekanya negara-negara dari penjajahan. Indonesia harus mendukung penuh perjuangan kemerdekaan Palestina, dulu Palestina belum merdeka saja sudah menjadi yang pertama mendukung kemerdekaan Indonesia lewat muftinya,” kata Fachir.

 

       Sementara itu, dalam sambutannya saat grand launching Mi’raj News Agency (MINA) di Aula Buya Hamka mesjid al-Azhar Jakarta, Ketua DPR RI Marzukie Alie mengharapkan kantor berita MINA ini bisa berperan sebagai media yang senantiasa menyuarakan kebenaran.

 

     “MINA ini ideologinya jelas dan merupakan satu-satunya kantor berita  yang berasaskan Islam, maka saya berharap masyarakat mendapatkan informasi yang benar, mendidik, dan bisa berperan sebagai kontrol sosial,” tegasnya.

 

      Imamul muslimin Muhyidin Hamidy, sebagai pimpinan umum kantor berita MINA mengatakan dalam sambutannya bahwa MINA akan terus maju untuk memerangi kezaliman.

 

     “Kami datang membawa kebenaran, mewakili rakyat dari muslimin terbesar di dunia, mengajak untuk memerangi kezaliman, ketidakadilan media terutama media barat terhadap kebenaran fakta. Meski kami tidak punya uang, tidak punya kekuatan, tapi kami punya kekuatan keimanan kepada Allah SWT. Bismillah, kami akan terus maju,” kata Hamidy. (L/R-025/R-008/R006).

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply