AS PERTAHANKAN KEKUATAN MILITER DI TIMTENG

    Kuwait City, 28 Muharram 1434/12 Desember 2012. (Ahram/MINA) – Menteri Pertahanan Amerika Serikat Leon Panetta mengatakan Washington berencana menggunakan sebagian besar armada angkatan laut dan persenjataan canggihnya di Asia-Pasifik meski tetap mempertahankan kekuatan militernya di Timur Tengah.

    Panetta berbicara kepada wartawan di dalam pesawat dalam perjalanannya menuju Kuwait City dalam kunjungan dua hari guna membahas hubungan keamanan di tengah pergolakan di daerah dan ketegangan dengan Iran, menurut Ahram, Selasa.

     “Saya ingin yakinkan anda bahwa AS cukup kuat, dan dapat memelihara kehadiran kuat di Timur Tengah sekaligus di Pasifik,” kata Panetta dengan menambahkan Washington harus luwes mengelola pasukannya di era lebih keras dan hanya memiliki satu kapal induk di Timur Tengah selama sekitar dua bulan untuk memungkinkan perawatan kapal, yaitu USS Nimitz.
    Militer Amerika masih memiliki hampir 50.000 pasukan dan kapal perang yang ditempatkan di seluruh wilayah, kata Panetta. Ditegaskannya, militer AS akan bisa
“Tapi pada akhirnya, saya sangat yakin bahwa kita akan dapat menjaga kapal dan pasukan yang kita butuhkan untuk menanggapi kontingensi apapun.”
    AS telah menyebarkan lebih banyak kapal dan pesawat di kawasan Teluk beberapa tahun belakangan setelah Iran mengancam untuk menutup Selat Hormuz jika negara-negara Barat memboikot ekspor minyak Iran.
    Selama kunjungan, yang berakhir pada Rabu, Panetta juga berencana untuk bertemu dengan 13.500 tentara AS yang ditempatkan di negara Teluk untuk berterima kasih atas kerja mereka menjelang liburan Natal.
    “Kami berbagi sebuah sejarah kerjasama yang kembali pada Perang Teluk pertama, pada tahun 1991 yang menggulingkan pasukan pendudukan Irak, Panetta mengatakan negara Kuwait sebagai “mitra penting”.
    “Saya berharap untuk berdiskusi dengan Pemerintah Kuwait bagaimana kita bisa meningkatkan kerja sama dalam menghadapi tantangan keamanan regional di daerah tersebut,” katanya.
    “Kehadiran kami di Kuwait dan di seluruh Teluk membantu meningkatkan kemampuan negara-negara mitra, menghalangi agresi dan membantu memastikan bahwa kita akan lebih mampu merespon krisis di wilayah tersebut.”
    Kunjungan Panetta bertepatan dengan gelombang protes di negara Teluk yang kaya akan minyak itu, dengan ribuan demonstran oposisi menuntut pemilihan umum baru karena sengketa atas perubahan undang-undang pemilu di negara tersebut.
    Aktivis Kuwait telah menyerukan pengunjuk rasa berkemah di luar gedung Parlemen Sabtu depan pada malam sidang pembukaannya. (T/R-009/R-003/R-005)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply