DPR APRESIASI KEBERHASILAN DIPLOMASI PENINGKATAN STATUS PALESTINA

     Jakarta, 29 Muharram 1434/ 13 Desember 2012 (MINA) – DPR RI mengapresiasi upaya dan pencapaian diplomasi Indonesia dalam menggalang dukungan internasional bagi peningkatan status Palestina menjadi negara peninjau di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

    Informasi dari Direktorat Informasi dan Media (Infomed) Kementerian Luar Negeri RI yang diterima Mi’raj News Agency (MINA), Rabu, apresiasi DPR tersebut disampaikan kepada Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dalam dengar pendapat di Komisi I DPR RI, Selasa (11/12)

    Ketua Komisi I DPR Mahfud Siddiq dalam dengar pendapat tersebut juga mengemukakan, pihaknya dalam kunjungan ke Gaza dan Tepi Barat baru-baru ini bertemu Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Menurut Mahfud, Presiden Palestina memuji peran Indonesia yang menonjol dalam memperjuangkan peningkatan status Palestina di PBB.
   Presiden Abbas saat ditemui rombongan Komisi I di Gaza menyatakan, “momentum keputusan PBB tersebut adalah kesempatan yang baik bagi Palestina bersatu”. Presiden Abbas juga mengharapkan peningkatan status negaranya di PBB dapat diikuti perkembangan positif lainnya. 
   Menlu Marty M. Natalegawa dalam tanggapannya menyampaikan bahwa peningkatan status Palestina di PBB merupakan proses yang tidak singkat.
   Indonesia sejak awal senantiasa mendukung perjuangan Palestina dalam berbagai forum internasional.“Pada tahun 2010, Indonesia menggagas pertemuan untuk membahas peningkatan status Palestina yang antara lain dihadiri oleh Menlu Brazil, Menlu Afrika Selatan dan Menlu Palestina”.
   Hasilnya, mayoritas negara Amerika Selatan sepakat untuk mendukung diakuinya negara Palestina di PBB.
   Dalam forum GNB, Indonesia juga telah memberikan Roadmap yang terfokus untuk mendukung pengakuan negara Palestina.Bahkan pada saat agresi militer oleh Israel, Marty menyampaikan Presiden RI melalui forum ASEAN (KTT ASEAN ke-21 dan KTT ASEAN-US), mendesak AS membantu tercapainya gencatan senjata antara kedua belah pihak.
   “Ke depannya Indonesia akan senantiasa menggulirkan momentum agar Palestina mendapatkan status penuh”, tegas Marty.
   Selain dukungan politis, Indonesia juga turut membantu Palestina dalam bidangcapacity building. “Bantuan Indonesia bagi operasionalisasi Kedutaan Palestina di Jakarta selama ini telah berlangsung dan akan terus dilanjutkan”, jelas Menlu Marty.
   Mengenai pembangunan kantor Perwakilan Indonesia di Palestina, Marty menyampaikan bahwa realisasi rencana ini akan dipertimbangkan.“Tidak tertutup kemungkinan untuk hal ini, namun sampai saat ini beberapa persyaratan masih sulit untuk dipenuhi, terutama hal yang bersinggungan dengan Pemerintah Israel”, jelas Menlu Marty.
   Saat ini, keterwakilan Indonesia di Palestina masih dirangkap oleh Perwakilan RI di Amman, Jordania. Rencananya, Indonesia juga akan mempertimbangkan untuk memilih dua konsul kehormatan RI yang akan ditempatkan di Yerusalem yang merupakan warga asli Palestina.
   Bantuan lainnya yang diberikan Indonesia adalah dalam bentuk pelatihan teknis bagi 663 warga Palestina. “Target kami adalah 1000 warga negara Palestina, dan rencananya pelatihan teknis tersebut akan kami adakan di Ramalah”.
   Indonesia juga rencananya akan membangun Cardiac Center di Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Gaza. “Rencana ini telah dibicarakan dengan Kemenkes dan rencananya akan direalisasikan dalam waktu dekat”.
   Marty juga secara khusus mengapresiasi upaya Komisi I dalam kerangka diplomasi parlemen untuk menggalang dukungan bagi Palestina.Menurutnya, baik Pemerintah maupun Parlemen telah bergerak sinergis dalam menggalang dukungan bagi Palestina.
   Hubungan diplomatik RI dengan Palestina dimulai sejak 16 November 1988, berselang delapan jam setelah negara Palestina dideklarasikan. Hingga saat ini terdapat 35 negara dan 1 perwakilan Uni Eropa yang memiliki representative officedi Palestina. (T/R-014/R-007/R-002)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply