DR KARLINA SUPELLI: PENDIDIKAN INDONESIA SALAH PENGELOLAAN

Dr Karlina       Jakarta, 1 shafar 1434/ 14 Desember 2012 (MINA) – Pendidikan Indonesia saat ini dalam kondisi memprihatinkan bahkan menjurus kepada kondisi darurat. Hal ini disebabkan adanya ketidakseriusan mengelola pendidikan oleh negara atau pemerintah. Padahal tujuan pendidikan  sebagaimana digariskan UUD menjadi sarana untuk mencerdaskan anak bangsa, kata DR Karlina Supelli.

 

     “Namun kenyataannya pergantian kurikulum dilakukan hampir setiap pergantian menteri Pendidikan dan tidak adanya kepentingan politik dari kelompok-kelompok tertentu membuat buramnya wajah pendidikan di negri ini,” demikian ungkapan Astronom Wanita Pertama Indonesia Dr. Karlina Supelli ketika berbincang santai dengan wartawan Mi’raj News Agency (MINA) seusai Bedah Buku Pendidikan Indonesia Darurat di Jakarta, Kamis . 

 

       Menurut Karlina pendidikan merupakan proses untuk perbaikan kondisi bangsa yang saat ini kian carut marut. “Tidak adanya konsep dan sistem pendidikan yang sangat mendasar dalam membentuk dan mendidik anak generasi bangsa merupakan suatu musibah besar,” ujar astronom perempuan kelahiran Jakarta, 15 Januari 1958 tersebut.

 

       Karlina berpendapat upaya mencerdaskan anak bangsa  dan dalam rangka menumbuhkan prestasi pelajar Indonesia harus ada peningkatkan mutu dan sistem pendidikan yang jelas dan terarah.

 

      Upaya pengelolaan dan pengembangan pendidikan yang baik akan menghasilkan anak-anak berimajinasi luar biasa dan berprestasi. “Pencapaian prestasi pelajar bukan semata-mata memenangkan persaingan secara individu, tetapi harus bisa menumbuhkan semangat  belajar bersama di kalangan siswa,” ujar perempuan berdarah indo, Ibu London dan ayah pimpinan salah satu pesantren di Sukabumi itu.

 

         Seperti disampaikan dalam pemutaran film “Anu Beta Tubat” dalam acara Diskusi dan Launching buku “Darurat Pendidikan” oleh Antonia Koralin Guru SD Papua di Perdalaman Maybrat di mana walaupun kondisi sekolah, siswa dan Guru mendapatkan kesejahteraan yang kurang dan penuh keterbatasan, tetapi tidak menghilangkan semangat anak-anak SD Maybrat, Papua untuk berprestasi.

 

       Selanjutnya Karlina berpendapat  perbaikan  kondisi pendidikan saat ini bisa dilakukan dengan mengembangkan pendidikan dasar dengan memasukan muatan lokal, serta  membentuk suatu tim pendukung.

 

       Saat ini masih nampak perbedaan kualitas dan pelayanan pendidikan antara rakyat jelata dengan bangsawan. Hal ini menurutnya harus dilawan, walupun memerlukan waktu yang lama dan biaya besar.

 

      Hal terpenting dalam meningkatkan kulitas pendidikan, masih menurut Karlina, antara lain dengan meningkatkan kerjasama antara masyarakat, pemerintah dan pengelola atau birokrat pendidikan.  

 

     Dr. Karlina mengharapkan terjadinya perubahan  pendidikan di Indonesia  dengan melakukan hal yang terkecil kemudian menjadi suatu yang besar dalam mendukung dan meminta pemerintah agar memperbaiki sistem pendidikan Indonesia. (T/R-016/R-006)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply