DUNIA PENDIDIKAN INDONESIA DALAM SITUASI DARURAT

Pendidikan       Jakarta , 28 Muharram 1434 /12 Desember 2012. (MINA) –Dunia pendidikan Indonesia saat ini dalam situasi darurat karena sistem dan praktik pendidikan nasional menunjukan ketidakjelasan arah dan tujuan pendidikan serta masih jauh dari standar pelaksanaan pendidikan berbasis hak asasi..

      Hal tersebut disampaikan Ketua Institute for Ecosoc Rights, Sri Palupi dalam surat Undangan Diskusi dan Launching  buku hasil riset “Darurat Pendidikan Indonesia”  yang diterima redaksi Mi’raj News Agency (MINA) Selasa (11/12) di Jakarta.

     Menurut Sri Palupi selama ini carut marutnya pengelolaan pendidikan di Indonesia merupakan pelanggaran hak asasi manusia atas pendidikan.

     “Selama ini bila kita bicara tentang hak asasi manusia, kita lebih condong melupakan pelanggaran HAM di ranah pendidikan, sosial, ekonomi dan budaya termasuk di dalamnya pelanggaran atas hak pendidikan,” ujar Sri Palupi.

      Dengan latar belakang hal tersebut lanjut Sri Palupi, Institute for Ecosoc Rights melakukan penelitian tentang praktik pendidikan berbasis hak di tiga kabupaten yaitu: Maybrat-Papua Barat, Lembata-NTT, dan Jembrana-Bali.

     “Kesimpulan akhir kami dalam penelitian tersebut menunjukan bahwa dunia pendidikan kita dalam kondisi darurat,”  kata Sri Palupi.   

     Lebih jauh Sri Palupi menjelaskan bahwa kondisi pendidikan Indonesia kian jauh dari yang diamanatkan Konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, bahkan sistem pendidikan nasional terindikasi kembali ke zaman kolonial yang memisahkan rakyat jelata dari kaum bangsawan.

     Selain itu menurutnya meskipun Indonesia sudah merdeka 60 tahun,  target pencapaian pendidikan di Indonesia belum bergeser dari “sekadar memenuhi syarat untuk bisa menjadi TKI,” yaitu pemenuhan wajib belajar sembilan tahun atau pendidikan sampai setingkat SMP.

    Dalam rangka memperingati hari HAM dan untuk membahas lebih lanjut data dan fakta terkait pelaksanaan pendidikan berbasis hak di Indonesia, Institute for Ecosoc Rights akan menyelenggarakan Diskusi dan Launching  buku hasil riset “Darurat Pendidikan Indonesia”  pada Kamis, 13 Desember 2012 bertempat di Hotel AKMANI Jakarta pkl. 12.00-17.30 WIB.

    Acara tersebut akan menghadirkan berberapa narasumber antara lain: Ir. Salahudin Wahid- tokoh nasional, pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Dr. Susi Fitri-dosen Univeristas Negri Jakarta, Dr. Hubert Thomas Hasulie-peneliti dari Candradita-Maumere-Papua, Muhammad Sobari-Budayawan dan lain-lain.    

     Dalam acara tersebut juga akan diselenggarakan pemutaran film “Anu Beta Tubat” (Pelajaran dari Maybarat) dan kesaksian para pejuang pendidikan termasuk dari guru di Papua yang rela memotong gajinya sendiri untuk membayar guru relawan.

     “Kami mengundang organisasi guru, PGRI, perwakilan guru SD/SM, perwakilan OSIS dan masyarakat yang peduli terhadap dunia pendidikan untuk menghadiri acara tersebut,” ungkap  Sri Palupi.

(T/R-016/R-006).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply