EKONOMI SYARI’AH KUNCI KEJAYAAN UMAT ISLAM

       Jakarta, 9 Shafar 1434/ 22 Desember 2012 (MINA) – Menerapkan ekonomi syari’ah merupakan kunci untuk mencapai kejayaan dalam kekuatan perdagangan dan keuangan umat, kata Direktur  Pengelola Gerai Dinar, Sabtu.

 

     “Islam itu mempunyai mutiara terpendam hanya tinggal diangkat dan digosok,” kata Muhaimin Iqbal, saat ditemui wartawan Mi’raj News Agency  (MINA) pada acara diskusi bulanan Rumah Hikmah dengan tema “Belajar Dari Sejarah Untuk Membangun Kekuatan Perdagangan dan Keuangan Umat.”

 

     “Artinya syari’ah diibaratkan sebuah mutiara yang dimiliki umat Islam tetapi umat Islam sendiri kurang pede untuk mengangkat dan menerapkan ekonomi syari’ah,” kata Ir. Muhaimin Iqbal yang bersama ustadz Budi Ashari Lc menjadi narasumber dalam diskusi yang digelar di Citragrand D3 no 28-29 Cibubur, Sabtu(22/12).

 

 

     Muhaimin menambahkan ekonomi syari’ah belum bisa menggantikan ekonomi kapitalisme yang berperan saat ini, padahal sekitar 1.000 tahun sebelum dunia Barat mengenal bank, kekhalifahan Islam yang membentang di tiga benua sudah menguasai perdagangan dunia lengkap dengan pembayarannya yang canggih. 

 

     “Pembayaran perdagangan yang efisien, aman dan berlaku universal sudah berkembang di dunia Islam saat itu,” katanya.

 

     Budi Ashari, Sejarawan Islam, menambahkan bahwa Islam masuk ke Indonesia melalui perdagangan karena umat muslim yang mengatur perdagangan pada waktu itu.

 

     Diskusi yang diselenggarakan Rumah Hikmah tersebut merupakan misi untuk memberi solusi terhadap konflik diberbagai belahan dunia yang akan membawa kejayaan umat Islam sampai berabad-abad tahun ke depan. (L/R-016/R-017/R-006)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply