GAZA KRISIS GAS PASCA SERANGAN ISRAEL

2012-12-03 | 06:02:18

     Gaza, 19 Muharram 1434/ 03 Desember 2012 (MINA) – “Pasca serangan Israel ke Jalur Gaza, warga Palestina mengalamai krisis gas,” kata Koresponden Mi’raj News Agency (MINA) di Gaza saat dihubungi dari Jakarta, Senin dini hari (03/12) waktu Jakarta.
     “Saya lihat antrian panjang warga di perusahaan gas, pemilik perusahaan gas mendahulukan kami, selaku orang asing yang menjadi relawan di sini” kata koresponden MINA di Gaza yang turut membeli gas bersama relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C).
     Sementara itu, pemilik perusahaan gas meminta warga Gaza untuk bersabar mendapatkan persediaan gas. “Warga Gaza yang mengantri, diminta meninggalkan tabungnya untuk diambil esok harinya,” kata koresponden MINA di Gaza.
     “Persediaan gas selama ini disuplai oleh Israel melaui perbatasan Gaza-Israel. Pasca serangan Gaza delapan hari itu persediaan gas mulai kritis,” jelasnya.
     Selama ini warga Gaza menggunakan gas untuk kebutuhan sehari-hari, diantaranya memasak dan menjalankan turbin dieselnya untuk mengantisipasi padamnya aliran listrik di Gaza.
     Palestina, terutama wilayah Gaza merupakan daerah yang kaya akan gas alam. Pencarian gas dimulai pada tahun 1990-an. Saat itu Israel dan Palestina berada di ambang pencapaian perdamaian. Dan proyek gas dianggap sebagai salah satu yang akan membentuk identitas negara Palestina.
     Kini dua belas tahun setelah pecahnya Intifadhah (perlawanan) rakyat Palestina ke-2, warga Gaza disibukkan dengan masalah kesehariannya. Warga Gaza alami krisis gas akibat blokade yang dilakukan Israel pada tahun 2006 pasca kemenangan Hamas di Gaza.
     Para pengamat Timur Tengah percaya, monopoli Israel atas sumber daya Palestina bertujuan untuk mencegah kemerdekaan sepihak Palestina. (L.R-014/R-022/R-007).

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply