Hamas: Saatnya Akhiri Pelanggaran Di Al-Quds

       Gaza, 18 Muharram 1434/ 01 Desember 2012 (PIC/MINA) Gerakan Perlawanan Palestina, Hamas, telah memperingatkan otoritas penjajah Israel dari upaya mereka untuk membangun sinagog besar  “Permata Israel” (Jewel of Israel) di dekat Al Aqsa, Masjid umat Islam dunia di pusat Kota Tua Al-Quds (Yerusalem).

       Hamas menganggap langkah tersebut merupakan pelanggaran yang keji atas hukum dan norma-norma internasional yang berlaku. Langkah Israel merupakan rencana berbahaya yang bertujuan untuk menghalangi akses menuju Masjid Al Aqsha, melenyapkan tempat-tempat suci umat Islam dan Kristen dan mengubah arsitektur kota Al-Quds.

       Israel berencana membangun sinagog milik Yahudi yang berjarak sekitar 200 meter dari Masjid Al-Aqsha. Sinagog ini terdiri dari tiga tingkat di atas tanah dengan kubah yang besar. Dengan tinggi kurang lebih 23 meter dari atas permukaan tanah dan diperkirakan menghabiskan dana sekitar 50 juta shekel.

       Gerakan Islam yang berpusat di Gaza ini menjelaskan dalam pernyataannya, meski Israel mencoba untuk melenyapkan tempat suci umat Islam di Al-Quds; dan menegaskan upaya Yahudisasi kota Al-Quds itu, tidak akan pernah berhasil mengubah kenyataan sejarah.

      Hamas menekankan, Sudah saatnya mengakhiri pelanggaran pendudukan.

      Pernyataan tersebut juga sangat mengutuk sikap diam dan  keterlibatan pihak internasional dan kebijakan standar ganda dalam menangani setiap pelanggaran dan kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina, tanah mereka dan tempat-tempat suci umat Islam.

      Hamas menyerukan kepada rakyat Palestina dan dunia agar segera menghentikan rencana dan pelanggaran yang dilakukan Israel itu.

      Hamas juga menghimbau kepada Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan Liga Arab untuk selalu memikul tanggungjawab mereka dalam melindungi Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha dari bahaya Yahudisasi dengan cara menghadapinya melalui perlawanan yang nyata pada setiap pelanggaran yang dilakukan.  (T/R-022/R-021/R-006) Mi’raj News Agency

Leave a Reply