HAMAS TEGASKAN KOMITMENNYA BICARAKAN REKONSILIASI DI KAIRO

        Gaza, 9 Shafar 1434 / 22 Desember 2012 (Ahram/MINA) – Gerakan Perlawanan Islam, Hamas menegaskan komitmennya untuk melakukan pembicaraan pelaksanaan perjanjian rekonsiliasi nasional Palestina di Kairo dan menolak usulan Fatah yang mengusulkan bahwa pembicaraan harus diselenggarakan di ibukota lain.

 

       Seorang pemimpin Hamas, Salah Al-Bardawil, mengatakan ide relokasi adalah “usaha pengalihan” dan bukan sesuatu yang akan dipertimbangkan oleh Hamas, ia menambahkan bahwa kekacauan politik di Mesir saat ini akan segera berakhir.

      Sementara itu Azzam Al-Ahmad, ketua komite pusat Fatah dan pemimpin delegasi, baru-baru ini menyarankan bahwa jika situasi di Mesir tetap tegang, pertemuan antara partainya dan Hamas mungkin akan diadakan di ibukota lain, terutama karena Mesir tidak terlibat secara langsung dalam pembicaraan.

 

       Al-Bardawil menegaskan bahwa Mesir hanya pelindung perjanjian. Lebih lanjut ia menambahkan Presiden Mahmoud Abbas “sedang menunggu inisiatif Amerika untuk memobilisasi negosiasi sebelum menuju ke rekonsiliasi.”

       Keputusan dari kedua belah pihak untuk mengambil langkah-langkah serius menuju rekonsiliasi, yang sebelumnya terhenti selama setahun, menjadikan persaingan antara kedua pihak semakin memanas. Puncaknya terjadi pada tahun 2007 saat Hamas mengalahkan Fatah dalam pemilu legislatif.

       Kedua belah pihak menandatangani kesepakatan rekonsiliasi di Kairo tahun lalu, mereka berjanji untuk mendirikan sebuah pemerintah konsensus interim independen yang akan membuka jalan untuk pemilihan legislatif dan presiden dalam waktu 12 bulan.

 

       Namun implementasi dari kesepakatan terhenti selama pembentukan pemerintahan sementara, dan sebuah perjanjian ditandatangani pada Februari oleh Abbas dan Khaled Meshaal di Doha, hal ini dimaksudkan untuk mengatasi perbedaan-perbedaan yang luar biasa yang ditentang oleh anggota Hamas di Gaza.

 

       Setelah gencatan senjata antara Israel dan Hamas pada bulan November, Otoritas Palestina, yang didominasi oleh Fatah, mengizinkan Hamas untuk menyelanggarakan hari jadinya ke-25 di Tepi Barat, hal itu menandai sebagai pertemuan pertama sejak 2007 dan mengisyaratkan kemungkinan untuk resolusi. (T/R-009/R-008/R-006).

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply