IFSB GELAR KONFERENSI ISLAMIC FINANCIAL KE-10 MEI 2013

       Jakarta, 3 Shafar 1434/16 Desember 2012 (MINA) – The Islamic Financial Serice Board (IFSB)  akan menggelar Konferensi Tahunan Islamic Financial ke-10 pada 14-17 Mei 2013 di Sasana Kijang, Kuala Lumpur, Malaysia, demikian menurut informasi yang diterima Mi’raj News Agency (MINA), Minggu.

       Sebagaimana diumumkan dalam laman resmi IFSB  cpifinancial.net, dalam konferensi tersebut yang akan bertindak sebagai tuan rumah adalah Bank Negara Malaysia. Adapun tema konferensi tahunan ke-10 IFSB tersebut adalah “The Future of the Islamic Financial Services Industry: Resilience, Stability and Inclusive Growth”

       Topik-topik lain yang akan dibahas dalam Konferensi Tingkat Tinggi yang digelar dalam rangka merayakan hari jadi IBSB yang ke-12 tersebut antara lain: Financial Regulatory Reforms: Global Overview,  Cross-sectoral Approach to the Regulation of Islamic Finance and Market Development: Lessons Learnt,  New Markets, New Frontiers – Prospects and Challenges, Islamic Finance: Innovation and Inclusive Growth, dan Panel Discussion on Lessons Drawn: Prospects for the Future

      Acara puncaknya akan diselenggarakan 16 Mei 2013 dengan agenda memperingati tonggak dan prestasi organisasi penetapan standar keuangan internasional dalam satu dekade terakhir.

      Malam perayaan puncak ini juga akan memberikan penghargaan kepada anggota IFSB yang berprestasi berupa kontribusinya terhadap organisasi dan industri jasa keuangan Islam.

      Selain itu sebagaimana juga dikutip oleh ekonomisyariah.org pertemuan puncak Konferensi Tahunan Islamic Financial ke-10  itu juga dimaksudkan untuk mempertemukan para pimpinan dunia internasional yang telah berpengalaman dalam mengelola ekonomi syariah.

      Para pembicara handal pun akan dihadirkan untuk membahas isu-isu terkait dalam industri jasa keuangan Islam guna menarik banyak peserta dari semua sekor industri jasa keuangan di seluruh dunia.

Prestasi Bank Islam

     Menurut data CPI Financial cpifinancial.net, total seluruh asset bank Islam diperkirakan mencapai 1,55 Triliun USD tahun ini dan diperkrakan akan naik menjadi 1,8 Triliun pada 2013. Bank syariah di Negara Negara kawasan Teluk (GCC) sekarang memiliki asset 450 Miliar USD atau sekitar 30 persen dari pangsa pasar. 

      Bank syariah akan terus tumbuh karena mereka fokus pada pelanggan yang mengharapkan lebih dari sekedar produk dan layanan yang berbasis syariah tetapi juga nasabah yang selama ini masih bergantung pada bank konvensional.

       Ada sekitar 100 sampain150 lembaga keuangan baru yang akan diluncurkan dalam lima sampai tujuh tahun ke depan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang baru bagi industri keuangan Islam termasuk di dalamnya di Mesir, Libya, Indonesia, Pakistan, dan Bangladesh. Sepuluh dari 25 pasar yang berkembang ini adalah Negara dengan populasi Muslim terbesar. (R-016/R-006)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply