INGGRIS UMUMKAN BANTUAN BARU UNTUK GAZA

         Jenewa, 28 Muharram 1434/13 Desember 2012 (WAFA/MINA) – Menteri Pembangunan Internasional Inggris, Alan Duncan mengumumkan bantuan senilai 1,25 juta poundsterling dari Inggris untuk dukungan medis dan tempat penampungan bagi 85.000 warga Palestina yang terkena dampak konflik Gaza, demikian menurut siaran pers kementerian Inggris tersebut, Rabu.

       Dana Inggris akan menyediakan bantuan medis, penampungan sementara dan membantu membangun kembali rumah yang rusak untuk sekitar 85.000 orang yang terkena dampak kekerasan baru-baru ini di Gaza, kata siaran pers tersebut.

       Dikatakan bantuan Inggris yang akan disalurkan melalui Komite Internasional Palang Merah (ICRC) itu  antara lain mencakup kegiatan penting membantu ICRC untuk memberikan dukungan medis kepada delapan rumah sakit yang melayani 1,6 juta orang.

       Disamping itu, memberikan delapan truk obat-obatan sebagai bantuan darurat untuk mengobati 2.000 terluka dan menyediakan peralatan sementara termasuk selimut, terpal dan peralatan kesehatan untuk 3.000 orang dan tenda, jerigen dan kompor untuk memasak bagi  yang kehilangan tempat tinggal.

      Bantuan yang diberikan ICRC juga akan membantu untuk mendistribusikan bahan material untuk perbaikan 5.000 rumah rusak, memfasilitasi pengiriman ratusan ribu liter bahan bakar untuk pembangkit listrik untuk Gaza dan memastikan listrik terus menyala di Rumah Sakit Shawa di utara Gaza dan membuat perbaikan infrastruktur air darurat yang rusak akibat bom otoritas Gaza.

      Duncan mengatakan, “Hidup rakyat biasa di Gaza dan di Israel menjadi kacau akibat konflik baru-baru ini. Kami sangat sedih oleh kehidupan yang hilang di kedua belah pihak. Sementara kekerasan terus terjadi, pendanaan Inggris membantu mitra terpercaya seperti UNRWA dan Program Pangan Dunia menyediakan pelayanan kesehatan dan pendidikan dan mendistribusikan makanan dalam menghadapi kondisi yang sangat menantang.”

      “Dana baru ini akan membantu memenuhi kebutuhan yang mendesak dari mereka yang terluka, kehilangan tempat tinggal atau terkena dampak konflik,” katanya.

       Dia menambahkan “Kami menyambut baik pembicaraan yang sedang berlangsung di Kairo dan mendesak semua pihak untuk mengambil kesempatan penting ini untuk menyelesaikan masalah dasar dari Gaza,  menanggulangi terowongan ilegal dan penyelundupan senjata serta kesulitan ekonomi ke Gaza.”

       “Ini juga berarti mencabut pembatasan Israel terhadap pergerakan barang dan manusia seperti yang saya lihat lagi pada kunjungan ini, membuat situasi ekonomi dan kemanusiaan di Gaza tidak berkelanjutan,” katanya. (T/R-012/R-006)

 Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply