IRAN HIMBAU WARGANYA UNTUK TIDAK KUNJUNGI AS

     Gaza, 12 Shafar 1434 H / 25 Desember 2012 (Ahram/MINA) – Setelah kematian seorang lanjut usia berkewarganegaraan Iran di AS, Teheran mengeluarkan travel warning terhadap warganya yang ingin mengunjungi AS. Indikasi itu terlihat dengan adanya Iranophobia.

     “Iran telah mengeluarkan travel warning bagi warganya agar tidak mengunjungi Amerika, setelah kematian seorang warga negara Iran,” demikian kata seorang pejabat Iran yang tidak mau disebutkan namanya.
     Senada dengan sumber di atas, juru bicara kementerian luar negeri Ramin Mehmanparast dalam sambutannya seperti diberitakan kantor berita ISNA bahwa warga Iran disarankan untuk menghindari perjalanan ke AS dan dalam hal kunjungan, agar berhati-hati secara maksimal.
     Menurutnya AS saat ini adalah tempat yang berisiko tinggi bagi wisatawan Iran. “Tren Iranophobia di AS dan insiden berulang di mana warga Iran diancam dan ditahan di sana,” jelasnya.
     Pernyataannya muncul setelah media AS melaporkan bahwa seorang warga negara Iran, Daryoush Sarreshteh, 73, meninggal selang dua hari setelah menjadi sasaran “interogasi intens” oleh tentara AS pada saat kedatanganya pada 6 November lalu di Bandara Internasional Dulles.
     Mehmanparast mengatakan interogasi itu tidak manusiawi dan menuntut penyelidikan yang tepat oleh otoritas AS atas insiden tersebut.
     “Sebuah interogasi lima jam yang tidak biasa dan tidak manusiawi untuk seorang pria tua tidak bisa diterima,” katanya, menambahkan bahwa kementriannya akan menindaklanjuti kasus tersebut.
     Iran dan AS tidak memiliki hubungan diplomatik selama lebih dari tiga dekade. Keduanya juga terlibat dalam sengketa atas program nuklir kontroversial di Teheran. Departemen Luar Negeri AS pada tanggal 7 Desember juga memperbaharui travel warning untuk Iran. (T/R-009/R-008).

Miraj News Agency (MINA)

Leave a Reply