ISAK TANGIS HARU WARNAI PERPISAHAN SANTRI MALAYSIA DAN SANTRI ALFATAH INDONESIA

Malaysia1        Lampung, 1 shafar 1434/ 14 Desember 2012 (MINA) – Peserta Kembara Santri Malaysia merasakan berat meninggalkan Al-Fatah, “mereka ingin tinggal lebih lama bahkan bertahun-tahun bersama dengan santri dan warga Pondok Pesantren Al-fatah Lampung,” ungkap salah seorang peserta, Shajetha Nazrin, pada acara perpisahan yang didakan di Masjid Taqwa Ponpes Alfatah Muhajirun Natar Lampung Selatan, Kamis (13/12).

        Diiringi tangis haru, selepas sholat magrib diadakan perpisahan dengan ber- Mushafahah antara peserta Kembara SANTRI Imtiaz dan Journey of Khalifah dari UIAM Malaysia dengan para santri Al-Fatah dan warga Muhajirun Lampung. Suasana mushafahah ini cukup mengharukan, banyak yang sampai menitikkan air mata keharuan.

       “Kami ingin tinggal lebih lama di sini, kami merasakan sangat nyaman dan tenang, tapi waktunya kami harus kembali, nanti lulus kuliah, kami akan ke sini (Al-fatah-Red) lagi, kami ingin tinggal setahun nanti,” kata Shajetha kepada santri-santri Alfatah.

      Sementara, para santri Al-Fatah juga merasakan sangat sedih harus berpisah. “Walaupun hanya satu minggu bersama, tapi sedih juga di tinggal pulang, kami sudah menganggap mereka seperti kakak kami sendiri,” ungkap Sonia Oktaviyani, salah seorang santri Al-fatah.

 

Malaysia2      Sonia menambahkan, banyak kenangan yang terukir bersama selama satu minggu ini.  “Kami terkesan, terutama dengan kak Shamema  dan Shajetha Nazrin, keduanya peserta Kembara Santri Malaysia, mereka supel, kami merasa nyaman, kami diajarkan bagaimana menyelesaikan soal-soal Matematika dengan mudah,  saya menangis sedih, ingin supaya mereka jangan pulang, tapi tinggal di Alfatah,” kata Sonia Oktaviyani.

     Salah seorang santri bernama Hafidzah Al-Isnaini juga sempat menceritakan kepada wartawan Mi’raj News agency (MINA), bagaimana dia terkenang dengan kecerian yang dibangun mahasiswi-mahasiswi Malaysia di asrama.

      “Saya sempat menyanyikan lagu tobat maksiat milik Band Wali dan beberapa lagu Malaysia dengan kak Munirah, salah sorang peserta Kembara Santri Malaysia,” kata Hafidzah mengenang kebersamaan mereka dengan mahasiswi Malaysia.

      Santri Alfatah juga saling bertukar kenang-kenangan dengan mahasiswi Malaysia tersebut. Bahkan ada yang minta tandatangan di baju, boneka dan buku-buka mereka.

      Kembara Santri Malaysia yang diadakan dari tanggal 6 sampai dengan 13 Desember ini merupakan kerjasama antara Imtiaz dan International Islamic University of Malaysia (IIUM) dengan Pondok Pesantren Al-Fatah Lampung.

      Mereka meninggalkan Lampung dan menuju ke Cileungsi, Bogor, dan Jakarta untuk kemudian kembali ke Malaysia pada 16 Desember.

(L/R-025/R-006)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply