ISLAM BERKEMBANG PESAT DI INGGRIS RAYA

     London,13 Shafar 1434/25 Desember 2012 (BC/MINA)  – Data hasil sensus pemerintah Inggris yang terbaru menunjukkan bahwa Islam merupakan agama yang paling cepat berkembang di England dan Wales.

     “Sensus itu  menjelaskan karakteristik dari penduduk Inggris, siapa diri kita, bagaimana kita hidup dan apa yang kita kerjakan,” kata Pemerintah Inggris dalam siaran persnya tentng hasil sensus yang dikutip Balkan Chronicles dan diterima Mi’raj News Agency Selasa Sore (25/12).

      Menurut data terbaru dari Sensus Inggris Raya 2011 yang dirilis pada tanggal 11 Desember, statistik itu adalah untuk wilayah England dan Wales saja,sedangkan sensus di Irlandia Utara dan Skotlandia terpisah serta pemerintah akan merilis jumlah hasil sensus di kemudian hari.

      Data sensus menunjukkan, jumlah penduduk Kristen di England dan Wales turun sebesar 11 persen (4,1 juta) selama dekade terakhir, dari 37,3 juta pada tahun 2001 menjadi 33,2 juta pada tahun 2011.

      Selama periode yang sama, jumlah penduduk Muslim di England dan Wales meningkat sebesar 80 persen (1,2 juta), dari 1,5 juta pada tahun 2001 menjadi 2,7 juta pada tahun 2011, sehingga Islam menjadi agama terbesar kedua di Inggris Raya.

     Agama terbesar ketiga di England dan Wales adalah Hindu (817.000), diikuti oleh Sikhisme (423.000), Budha (248.000) dan Yudaisme (263.000).

     Sebagai perbandingan dari populasi secara keseluruhan (56,7 juta jumlah orang yang dihitung dalam sensus), jumlah mereka yang menjelaskan diri mereka sebagai penduduk Kristen telah menurun dari 72 persen pada tahun 2001 menjadi 59 persen pada tahun 2011. Jumlah Muslim telah meningkat dari tiga persen menjadi lima persen lebih dari satu dekade.

     Beberapa analis percaya, jumlah sebenarnya dari Muslim di Inggris mungkin jauh lebih tinggi daripada yang ditunjukkan oleh data sensus. Hal ini karena pertanyaan agama adalah satu-satunya pertanyaan sukarela pada Sensus 2011 dan 7,2 persen dari penduduk tidak menjawab pertanyaan.

    Hal ini diyakini, banyak dari mereka yang menyelesaikan data sensus enggan untuk mengidentifikasi diri mereka sebagai Muslim dan jumlah sebenarnya dari umat Islam di negara ini jauh lebih tinggi dari jumlah lima persen yang ditunjukkan oleh data sensus.

     Jumlah penduduk yang mengatakan tidak memiliki hubungan keagamaan melonjak 83 persen, dari 7,7 juta pada tahun 2001 menjadi 14,4 juta pada tahun 2011. Secara proporsional, hal itu menunjukkan seperempat dari penduduk di England dan Wales sekarang mengidentifikasi diri tidak beragama.

    Data sensus menguatkan informasi yang diperoleh dari survei terbaru lainnya. Sebagai contoh, pada tahun 2012 lembaga survei British Social Attitudes Survey menemukan, hanya sekitar setengah dari penduduk  Inggris Raya mengklaim hubungan keagamaan turun tajam dari kurun 20 tahun yang lalu.

    Peningkatan jumlah umat Islam adalah karena terjadinya imigrasi dan perpindahan agama.

    Secara riil, 13 persen (atau 7,5 juta) dari penduduk England dan Wales lahir di luar negeri. Dari jumlah itu, 3,8 juta lahir antara tahun 2001 dan tahun 2011.

    Data sensus menunjukkan, London kini menjadi daerah yang paling multikultural di Inggris Raya dengan perbandingan tertinggi penduduk yang mengidentifikasi diri mereka sebagai Muslim, Budha, Hindu dan Yahudi. Bagian timur laut dan barat laut Inggris Raya memiliki perbandingan tertinggi beragama Kristen dan Wales memiliki perbandingan tertinggi penduduk yang melaporkan dirinya tidak beragama.

    Knowsley, sebuah kota kecil dekat Liverpool di barat laut Inggris, memiliki perbandingan tertinggi penduduk yang melaporkan beragama Kristen, sekitar 80,9 persen dari penduduk Knowsley.

    Tower Hamlets, sebuah kota kecil di bagian timur London, memiliki perbandingan  tertinggi beragama Muslim, dengan perbandingan sekitar 34,5 persen. Norwich, sebuah kota di wilayah bagian timur Inggris, memiliki perbandingan tertinggi penduduk yang melaporkan tidak beragama dengan mencapai 42,5 persen.

    Data sensus juga menunjukkan,13 dari 20 distrik yang pertumbuhannya paling cepat adalah mereka yang penduduk Muslimnya terpadat, terutama di kota Tower Hamlets dan Newham di bagian timur London. Hampir 40 persen (atau sekitar satu juta) dari kaum Muslim di Inggris dan Wales tinggal di London.

    “Selain Imigrasi menjadi faktor terbesar dalam kebangkitan Islam di Inggris Raya, juga terjadinya sekitar ratusan penduduk Inggris yang masuk Islam setiap bulannya,” demikian menurut hasil sensus pemerintah Inggris. (T/R-022/R-006)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply