SERANG MEDIA DI GAZA, ISRAEL LANGGAR HUKUM INTERNASIONAL

      Gaza, 8 Shafar 1433/21 Desember 2012 (Al Jazeera/MINA) – Organisasi non pemerintah, hak asasi manusia mengatakan Israel melanggar hukum internasional dengan menyerang media di Gaza selama konflik November 2012.

 

     Selama konflik delapan hari itu, tentara penjajah Israel menargetkan serangannnya kepada personil media dan kantor al Aqsa TV, Radio Pendidikan al Quds, TV Quds, dan Radio Alwan.

 

 

     Empat serangan terhadap wartawan dan fasilitas media oleh Israel di Gaza tersebut melanggar hukum perang dengan menargetkan warga sipil dan obyek sipil,” kata organisasi itu dalam sebuah pernyataannya pada hari Kamis.

 

     Serangan itu mengakibatkan dua juru kamera Palestina syahid, sepuluh pekerja media lainnya terluka dan empat kantor media hancur, termasuk satu di sebuah bangunan perumahan media internasional.

 

Pemerintah Israel secara konsisten telah membela diri dengan mengatakan bahwa serangan itu merupakan serangan militer yang wajar dan sah.

 

     Sementara itu Mark Regev, juru bicara pemerintah Israel, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tentara Israel telah menargetkan fasilitas komunikasi Hamas. Regev menyatakan bahwa yang ditargetkan bukan wartawan dan tetapi mereka hanya menggunakan media sebagai perisai.

 

      Namun, Sarah Leah Whitson, direktur Timur Tengah dari Human Rights Watch, mengatakan dalam pernyataannya Kamis bahwa “wartawan yang memuji Hamas dan stasiun TV yang memuji serangan terhadap Israel mungkin propagandis, tapi itu tidak membuat mereka sebagai sasaran yang sah menurut hukum perang.”

 

      Hukum kemanusiaan internasional mengklasifikasikan wartawan dan pekerja media sebagai warga sipil yang harus dilindungi dari serangan kecuali berpartisipasi secara langsung dalam pertempuran.

 

      Jika terbukti bersalah melanggar hukum internasional, Israel bisa dituntut atas kejahatan perang. Pernyataan itu menyebutkan bahwa kedua belah pihak terlibat dalam serangan yang melanggar hukum terhadap warga sipil.

 

‘Tahun Mematikan untuk Wartawan’

      Pernyataan ini dikemukakan Rabu oleh kelompok advokasi yang berbasis di Perancis yang menandai tahun 2012 sebagai tahun mematikan untuk jurnalis. Reporters Without Borders (RSF) menyatakan bahwa 88 wartawan tewas tahun ini.

 

     “Tingginya jumlah wartawan tewas pada tahun 2012 terutama disebabkan konflik di Suriah, kekacauan di Somalia dan kekerasan akibat pertempuran antara pasukan koalisi pimpinan AS dan Taliban di Afghanistan dan perbatasan Pakistan,” kata Christophe Deloire, direktur jenderal RSF.

 

      Korban tewas tahun ini lebih sepertiga dari tahun lalu, sebagai serangan terhadap para wartawan di daerah berbagai konflik.

    

      Laporan lain yang diterbitkan oleh kelompok yang berbasis di AS, Komite untuk Melindungi Wartawan (CPJ), juga menyatakan peningkatan serangan terhadap wartawan tahun 2012, dengan korban sebanyak 67 kematian wartawan  dalam kekerasan di Suriah, Somalia, Pakistan dan Brasil.(T/R-008/R-006).

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply