Israel Mulai Gali Terowongan Di Gerbang Silwan, Masjid Al-Aqsha

       Al-Quds, 20 Muharram 1434/04 Desember 2012 (PIC/MINA) – Pusat Informasi Wadi Hilweh mengungkapkan, Israel telah mulai menggali terowongan yang menghubungkan antara pos Israel “Ir David” dengan alun-alun lingkungan Wadi Hilweh, tepat di gerbang masuk kota Silwan, sebelah selatan Masjid Al Aqsha.

       Menurut pusat informasi tersebut yang dikutip Pusat Informasi Palestina (Palestine Information Center -PIC), perusahaan pengembang Al-Quds (Jerusalem Development Company) “Moriah” telah menyebarkan selebaran informasi di lingkungan Wadi Hilweh, mengenai pengaturan pergerakan lalu lintas di daerah itu karena adanya penggalian yang dilakukan oleh otoritas pendudukan.

      Menurut peta yang tertera pada selebaran informasi itu, pekerjaan penggalian terkonsentrasi di jalan utama Wadi Hilweh dalam rangka membangun sebuah terowongan untuk pejalan kaki, yang dikhususkan hanya untuk pemukim ‘ilegal’ dan wisatawan asing.

      Terowongan tersebut akan menghubungkan pos permukiman ‘ilegal’ “Ir David”-dibangun di wilayah kota Silwan- dengan alun-alun lingkungan Wadi Hilweh.

     “Penggalian yang dilaksanakan oleh Perusahaan “Moriah” bekerjasama dengan pemerintah Al-Quds (Yerusalem) -dikontrol Israel-, polisi Israel dan Otoritas Kepurbakalaan, akan diluncurkan dalam beberapa hari dan akan selesai dalam  dua bulan,” demikian menurut laporan PIC yang diterima Kantor Berita Mi’raj News Agency (MINA), Selasa pagi.

      Pusat Informasi itu menekankan, proyek itu,  merupakan sebuah proyek Yahudisasi permukiman serta akan menyebabkan kerusakan serius terhadap kehidupan warga Wadi Hilweh, karena mereka akan terpengaruh oleh penutupan jalan utama dari lingkungan itu.

      Sementara itu, Menteri Wakaf dan Urusan Agama Palestina, Dr. Ismail Radwan, mengecam prosedur penjajahan tersebut.

      Radwan mengatakan, terowongan baru itu hanya akan melayani pemukim ‘ilegal’ dan wisatawan asing, serta akan memberlakukan pembatasan bagi warga Silwan.

      Warga Silwan akan dipaksa untuk menggunakan jalan pintas karena terjadinya penutupan jalan utama.

       Radwan menganggap proyek penggalian itu sebagai kelanjutan dari kebijakan Yahudisasi Israel atas tempat-tempat bersejarah Al-Quds (Jerusalem). Israel berusaha untuk melakukan penghancuran monumen-monumen bersejarah bagi umat Islam di Al-Quds.

      Hal itu menunjukkan bahwa kebijakan tersebut mengancam pecahnya perang agama dimana hanya Israel yang harus bertanggung jawab atas peristiwa itu.

       Dia juga mengutuk resolusi berbahaya atas pembangunan tiga ribu unit permukiman ‘ilegal’ baru Israel di Tepi Barat dan Al-Quds. Israel bertanggung jawab penuh atas konsekuensi dari keputusan tersebut. (T/R-022/R-006)

Leave a Reply