ISRAEL REBUT LAHAN DESA YERUSALEM, BANGUN TEMBOK PEMISAH

     Bethlehem, 17 Shafar 1434/30 Desember 2012 (MINA/MA’AN) – Pemerintah Israel mengeluarkan pernyataan akan merebut lahan desa di Yerusalem seluas 456 dunam (45,6 hektar) untuk membangun tembok pemisah.

     Menurut Kantor berita Wafa, Kepala Dewan Desa Kamal Hababa mengatakan penduduk desa setempat terkejut ketika mereka mendengar berita rencana Israel merebut lahan pertanian milik warga Palestina tersebut.
   

     “Penduduk desa Beit Iksa menolak rencana itu, dan bersumpah untuk menghadapi tentara Israel jika mereka datang ke desa itu,” tegas Hababa.
Pembangunan tembok pemisah akan mengurung desa di semua sisi, seagian dari tanah itu adalah pertanian yang digunakan untuk menanam pohon zaitun dan kebun-kebun anggur.      

     Pejabat Gubernur Yerusalem Muhammad Tari mengatakan sekitar 2.000 warga Beit Iksa terpisahkan dari Yerusalem, dan terisolasi dari Tepi Barat.

     Berdasarkan pembahgian wilayah oleh Israel, Desa Beit Iksa terletak di Area B. Warga harus harus melewati pos pemeriksaan Israel jika akan pergi ke wilayah Tepi Barat.    

     Desa ini terletak berseberangan dengan pemukiman illegal Yahudi Ramot Allon, yang dianggap bagian dari Yerusalem oleh Israel, walaupun hokum internasional menyatakannya sebagai pemukiman Yahudi ilegal. (T/R-016/R-005).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply