ISRAEL TAKUT TINGKAT PENDIDIKAN DI GAZA MENINGKAT

Anak-anak Gaza mulai bersekolah pasca serangan Israel

 

2012-12-03 | 17:37:17

     Gaza, 19 Muharram 1434/03 Desember 2012 (MINA)- “Ketakutan Israel terhadap potensi yang dimiliki oleh masyarakat muslim Palestina, ternyata tidak hanya dari sisi keberanian saja, melainkan juga dari sisi keilmuan,” kata Wakil Menteri Pendidikan Pelestina, Dr. Mahmud Al-Ja’bari ketika ditemui MINA di Gaza, Senin (3/12).

      Dengan tingkat pendidikan yang baik, ini akan membuat ketakutan Israel atas Gaza semakin meningkat. Namun blokade Israel mempersulit peningkatan mutu pendidikan di Gaza.

     Mahmud mengatakan, blokade terhadap Gaza tidak hanya berupa blokade ekonomi dan politik, melainkan juga blokade pendidikan. “Pemerintah Palestina di jalur gaza tidak diizinkan mendatangkan para pengajar dari luar Gaza, bahkan jalur kerja sama pendidikan antara Gaza dan Tepi Barat pun diputus total,“ kata Mahmud.

     Mahmud menambahkan, Gaza memanfaatkan momen pasca serangan besar Israel untuk menjalin kerjasama pendidikan dengan pihak luar. “Bantuan pendidikan di Gaza akan meningkat justru pasca serangan Israel, banyaknya rombongan pemerintahan asing yang berkunjung, ini dimanfaatkan pemerintah Palestina di Gaza untuk menjalin kontrak kerja sama di bidang pendidikan dan yang lainnya,“ kata Mahmud.

     Universitas Islam Gaza (UIG), Ahad kemarin, mengirimkan surat kerjasama kepada Ma’had Al-Fatah Indonesia mengenai pemberian beasiswa kepada pelajar Indonesia untuk kuliah di UIG.

     Tingkat kecerdasan masyarakat Palestina bisa dikatakan di atas rata rata. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya prestasi tingkat internasional yang didapatkan para pelajar palestina. Salah satu contoh yaitu keberhasilan seorang siswa Palestina pada tahun 2010 dalam meraih posisi 4 pada lomba matematika tingkat internasional di Malaysia. Miyar al Thaa’i (13) berhasil menyelesaikan 139 pertanyaan matematika dalam tempo delapan menit pada lomba yang diikuti 1500 siswa tersebut.

     Contoh lainnya Shalihah Hamdain (14), berhasil menjuarai lomba mengarang tingkat nasional yang diikuti 1200 peserta. Pada kesempatan itu, Mahmud mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada seluruh masyarakat Indonesia yang selalu mendukung Palestina melalui berbagai usaha termasuk usaha pemberian beasiswa pendidikan untuk masyarakat palestina. 

     Mahmud juga berharap dengan adanya kerja sama Indonesia-Palestina, akan semakin mengokohkan ikatan ukhuwah antar kedua negara tersebut.(L/R-025/R-007).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply