ISTIQLAL CERDASKAN UMAT DENGAN KURIKULUM KONVERSI DINIYAH

Diniyah      Jakarta, 8 Shafar 1434/21 Desember 2012, (MINA) – Kurikulum berbasis konversi diniyah merupakan sebuah terobosan baru bagi Masjid Istiqlal dalam mencerdaskan umat Islam, kata Ketua Badan Pengawas Pelaksana Masjid Istiqlal (BPPMI), H. Mubarok.

 

     “Studi berdasarkan kurikulum berbasis konversi diniyah diselenggarakan dalam rangka membangun umat Islam agar memiliki ilmu agama dan berakhlak nulkarimah,” katanya.

 

 

       Menurutnya, khusus di Masjid Istiqal, program tersebut baru berjalan sekitar dua tahun. Meski demikian, tujuan utamanya jelas untuk mewujudkan kehidupan umat yang cerdas. “Cerdas intelektualnya, cerdas juga emosional (iman)nya,” paparnya.

 

      Program yang pesertanya sekitar 300 an orang itu semuanya adalah kaum ibu. Ia menambahkan bahwa para peserta mulanya hanya mengikuti ta’lim-ta’lim atau pengajian seperti majelis ta’lim pada  umumnya saja. Namun, lelaki paruh baya itu berfikir tentu akan lebih baik jika program itu dikonversi dengan diniyah sehingga ada variasi ilmu yang diterima peserta.

 

     “Tentu dengan adanya pola majelis ta’lim sepereti ini akan memudahkan pesereta untuk mendapatkan berbagai pengetahuan yang luas. Sebab ta’limnya terprogram dengan baik dan dibuatkan kurikulum,” jelasnya.

 

      Menurut ketua BPPMI itu, para peserta untuk saat ini dikhususkan hanya kaum ibu saja. Usianya pun relatif antara 20 sampai 70 tahun. “Untuk saat ini kami hanya menerima peserta dari kaum ibu saja. Pertimbangannya karena kaum ibu lebih banyak diam di rumah dan mendidik anak-anak mereka. Sehingga mereka mempunyai banyak waktu luang,” paparnya saat ditemui media ini di ruangannya kemarin.

 

      Sementara itu, menurut Ahmad Nur salah satu ustad yang memberi pelajaran kepada peserta didik mengatakan bahwa materi yang diberikan bermacam-macam, mulai dari pengenalan terhadap sunnah-sunnah Nabi Muhammad SAW sampai kajian tafsir.

 

     “Studi yang diberikan kepada peserta ini antara lain pengenalan terhadap sunnah-sunnah Nabi SAW,  kajian-kajian ta’lim subuh, tafsir maudu’i, kajian hadis,” kata Ahmad.

 

     Menurut lelaki yang dipercaya menjadi salah satu pengajar dalam program konversi diniyah ini, para peserta dalam satu tahun diharapkan sudah bisa memimpin dan membina masyarakat, minimal bermanfaat bagi keluarganya.

 

     Salah satu contoh dari pengetahuan yang diberikan kepada peserta dalam kehidupan sehari-hari misalnya bagaimana tata cara  memandikan mayat yang baik dan benar, bagaimana cara mengadakan aqikah sesuia sunnah termasuk bagaimana cara menghilangkan keragu-raguan dalam shalat.

 

    Dia berharap semoga terobosan pendidikan yang dilakukan oleh Mesjid Istiqlal ini bisa juga diterapkan di masjid-masjid besar lainnya dalam membina dan mencerdaskan umat Islam. (L/R-015/R-008/R-006).

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply