JIHAD ISLAM ANCAM AKHIRI GENCATAN SENJATA

       Kota Gaza, 26 Muharram 1434/10 Desember 2012 (Ma’an /MINA) –  Jihad Islam tidak akan mematuhi kesepakatan gencatan senjata 21 November lalu untuk mengakhiri kekerasan yang terjadi di  Gaza jika  Sekjennya dilarang memasuki daerah pesisir pantai oleh Israel, kata seorang pejabat senior kelompok tersebut.

     “Kami berharap Dr Shalah bisa mengunjungi Gaza didampingi pemimpin Hamas Meshaal, tetapi pejajah Zionis Israel memiliki pendapat yang berbeda,” kata pejabat resmi Jihad Islam Khalid al-Batsh dalam suatu rapat umum di Gaza pada Ahad (9/12).

      Gerakan Islam tidak akan menerima kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi Mesir itu selama Ramadhan Shalah dicegah untuk memasuki Jalur Gaza, tambah al-Batsh .

      “Kami menginginkan persatuan Palestina, rekonsiliasi nasional dan ingin melihat persatuan diwujudkan ketika Shalah dan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas mengunjungi Jalur Gaza bersama dengan semua faksi perlawanan,” kata pejabat itu. “Setelah itu kita akan memfokuskan upaya kita pada musuh kita,” tambahnya.

      Israel mengancam akan membunuh pemimpin Jihad Islam Ramadan Shalah jika ia memasuki Jalur Gaza, menyebabkan Jihad Islam mempertimbangkan kembali rencana kunjungan itu, sumber-sumber mengatakan Kamis.

      Pemerintah Mesir mengatakan kepada Jihad Islam, Israel menolak kunjungan tersebut dan akan menargetkan pemimpin Ramadhan Shalah dan wakilnya Ziad Nakhla sebagai sasaran pembunuhan jika mereka masuk ke Gaza, sumber sumber yang dekat dengan pemerintah Mesir mengatakan kepada Ma’an.

       Israel melancarkan serangan delapan hari di Gaza yang berakhir pada 21 November dengan perjanjian gencatan senjata yang dimediasi oleh Mesir. (T/R-010/R-006)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply